Our Little Princess (Re-upload)

Our Little Princess (Re-upload)

  • WpView
    Reads 1,101
  • WpVote
    Votes 216
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 22, 2025
(Follow sebelum membaca *_*) "Jangan ada yang merasa kasihan padanya!" Perintah dengan suara dingin itu begitu menggema diseluruh penjuru kerajaan. Di sana, tepat di tengah-tengah semua prajurit juga pelayan kerajaan. Seonggok tubuh lemah seorang wanita terbaring tak berdaya. Pakaian khas putri yang dikenakan pun tak lagi cerah dan banyak bercak darah juga tanah. Semua orang tak akan ada yang mau mendekat karena semua ikut pada perintah. Sorot mata tajam sang pangeran tak henti menatap fokus pada wajah rupawan yang nyatanya mengganggu dirinya sejak awal pertemuan. Wajah yang selalu diagungkan semua kalangan juga selalu mendapat pujian akan paras rupa menawan kini telah kusut dengan bibir pucat juga tatapan mata lelah. "Ameera ..." Don't plagiat my story! Jangan lupakan untuk mendukung cerita yang tak seberapa ini dan tolong lontarkan kata-kata yang baik agar mata yang melihat tak sakit >.< Aku upload ulang dari tahun 2022 ke 2024 ya. Lama banget? Iya. Soalnya banyak yang dikerjain. Fyi ... Ada beberapa scene aku ubah agar lebih bagus lagi biar alurnya tetep jalan dan tentu ngga ngebosenin yau ehe. Okey ... Let's read all❣️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tuan, Jangan Sakiti Aku!
  • My Perfect Empress [END]
  • Life: Of The Fantasy World
  • The Princess of Ruin
  • END | I Will Avoid the Death Flag
  • Edgar Vaske
  • New Princess
  • WEREWOLF : The Story Of Sylvester [Completed]
  • The Bloodcurdling Sword (COMPLETE) √
  • the Troublemaker Prince ✅ END ✅

[Pindah ke Fizzo] Tuanku Mahawira, orang yang sangat dingin dan cuek. Padahal, aku ini pelayannya yang sangat setia. Tuanku itu orang yang sangat gemar memanah, termasuk juga memanah hatiku. Di suatu malam, Tuan Mahawira datang ke kamarku ketika mataku sedikit lagi terpejam. "Temani aku tidur malam ini," bisiknya di telingaku. Aku terkejut bukan main. Kenapa Tuan Mahawira mengatakan hal itu padaku? Dan ... kenapa ... dia mengelus kedua pipiku? Apakah tidur yang ia maksud itu ... melakukan hubungan di ... ranjang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines