Tuhan Mengambilmu Dariku

Tuhan Mengambilmu Dariku

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 6, 2022
"Untukmu, cinta pertama & terakhir ku, terima kasih sudah menemani hari-hari ku dengan kebahagiaan, aku sangat beruntung saat itu mendapatkan mu, lelaki sederhana yang membawa kebahagiaan. Hai Nat, aku merindukanmu, aku merindukanmu & kenangan yang kita buat selama 2 tahun terakhir, aku rindu saat kau mengajakku jalan-jalan mengelilingi Kota Bandung, aku sungguh merindukan itu, tatapan mata yang hangat membuatku merasa tenang. . . Tiap kali aku melamun, tiba-tiba saja selalu melihat sosok dirimu tersenyum dihadapan ku, aku ingin bertemu dengan mu lagi, andai saja waktu bisa ku ulang. Nat, apakah kau ingat, saat pertama kali kau menyatakan perasaan mu? Ya, kau membuat puisi saat itu dan menjadikannya sebuah lagu indah. . ." aku menulis di sebuah surat lalu aku menangis karena mengingat kenangan kita. . .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika Nanti Aku Kembali
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Bukan Kita D.A.N
  • When I Meet You
  • Penjara suci
  • Mega & Milo
  • RUANG RINDU [END]✓
  • Kuas,Cat dan Cinta
  • Alena Story (END)
  • My Destiny (Complete)

"Aku tidak pernah tahu, alasan apa yang benar-benar membuat seseorang memutuskan untuk pergi. Dan aku memang tidak mau mencampurinya. Tapi aku belajar suatu hal. Apapun alasannya, pergi ataupun kembali tetap menyisakan perpisahan dalam hati." -Aca- "Makasih Dai udah ngasih pembelajaran penting dan nolongin aku di novel bayangan. Maaf karena aku udah lancang ketemu sama ayah kamu. Aku harap suatu hari nanti kamu mau menerima ayah kandung kamu. Makasih udah jadi putri dari sahabat ayahku. Makasih udah mau bertahan dengan sikapku. Kini akhirnya kita bisa kembali ke dunia nyata. Meski aku udah nggak punya ayah-ibu lagi, setidaknya aku masih bisa punya ayah kamu, yang sekarang jadi tempat curhat aku meski dalam tahanan. Semoga suatu hari nanti kamu bisa ngerti perasaan aku yang sebenarnya." -Andrian Wicaksana- "Makasih An, karena kamu udah buat aku ngerubah pandanganku terhadap ayah kandungku. Tapi maaf , karena sampai saat ini aku masih berusaha buat nerima ayahku sendiri. Suatu saat nanti jika aku udah siap, orang kedua yang aku ajak adalah kamu. Kenapa? Karena orang pertama yang aku ajak adalah diri aku sendiri. Semoga kedepannya hubungan ini bukan hanya sekedar ikatan bohongan." -Daika-

More details
WpActionLinkContent Guidelines