Story cover for ELENA by Madaoo03
ELENA
  • WpView
    Membaca 211
  • WpVote
    Vote 16
  • WpPart
    Bab 6
  • WpView
    Membaca 211
  • WpVote
    Vote 16
  • WpPart
    Bab 6
Bersambung, Awal publikasi Feb 07, 2022
Di sebuah tempat kursus musik piano "D'klavier House", di temukan mayat seorang pria tergeletak di depan sebuah grand piano legend C. Bechstein D282 dengan kondisi tubuh tanpa tangan, kaki serta mulut yang dijahit. Merlin Auxie, seorang detektif senior yang menyelidiki kasus ini menemukan sebuah potongan surat di selipan not piano. Lalu dibacanya isi dari potongan surat tersebut.

Bagaimana jika pembunuh bertemu dengan seorang pembunuh?
Apakah mereka hanya akan diam dan saling menatap?
Atau akan saling membunuh satu sama lain?

Kemudian Bastian George pun menemukan lagi potongan surat yang berada tidak jauh dari mayat itu. 

Bagaimana jika pembunuh itu menang?
Jika sekarang dia masih berada di TKP itu, apakah kamu hanya akan diam?
Atau kamu akan pulang?
Ingat pembunuh itu masih ada disekitarmu!

Kedua detektif itu terdiam sejenak dan saling menatap dengan tatapan penuh arti.


-a story by madaoo.dyr-
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan ELENA ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#2sins
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
MR. MORGAN  oleh YunindaAnn
7 bab Bersambung
Seorang pelukis muda telah kehilangan sentuhan magisnya. Bukan karena ia kehabisan ide, melainkan karena ada sesuatu yang menguap dari dalam dirinya-sesuatu yang tak dapat ia jelaskan. Setiap kali tangannya menyentuh kanvas, hanya kekosongan yang muncul. Hingga suatu malam, ia menemukan sebuah surat misterius di dalam kamarnya. Tidak ada nama pengirim, hanya secarik kertas tua dengan satu kalimat yang membuat jantungnya berdegup kencang: Bagaimana mungkin seseorang melupakan wajahnya sendiri?" Sejak itu, segalanya berubah. Ia mulai melukis wajah asing yang tak ia kenali, namun terasa begitu akrab. Sosok itu tersenyum padanya dari atas kanvas-dan saat Edelweiss berkedip, mata dalam lukisan itu seolah ikut bergerak. Hari-harinya dipenuhi keanehan yang semakin menyesakkan dada. Kota yang ia kenal perlahan berubah; jalanan yang biasa ia lewati kini tak lagi sama. Orang-orang mulai berbisik di belakangnya, seakan mereka tahu sesuatu yang ia lupakan. Dan ketika ia menaiki bus terakhir malam itu, seorang pria yang duduk di sebelahnya menatapnya dengan senyum tipis dan berbisik pelan: "Darahmu memiliki aroma yang mereka inginkan." Dunia yang ia kenal retak dalam semalam. Edelweiss mendapati dirinya terseret ke dalam permainan yang lebih tua dari peradaban manusia-sebuah dunia di mana makhluk abadi mengawasi dari bayangan, di mana dewa-dewa lama belum sepenuhnya mati, dan di mana satu pertanyaan sederhana dapat menghancurkan batas antara kenyataan dan ilusi. Sekarang, Edelweiss harus menemukan jawaban. Bukan hanya tentang lukisan, surat misterius, atau makhluk yang memburunya dalam kegelapan. Tapi tentang dirinya sendiri. Sebelum sesuatu yang lain menemukannya lebih dulu.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
[END] High School of Mystery: Crimson Case cover
Wings and Cloven Hooves (FayeYoko) (GXG) (END) cover
Mistery of The Death (MOTD) - EBOOK GOOGLE PLAY cover
Terungkap(End)  cover
MR. MORGAN  cover
Detective Vina cover
[END] High School of Mystery: Cinereous Case cover
SEAN'S EYES cover
𝐃𝐄𝐑𝐈𝐗𝐀   𝐆𝐀𝐍𝐊 cover
Page [END]  cover

[END] High School of Mystery: Crimson Case

39 bab Lengkap

[High School of Mystery 2] "Kebenaran harus ditegakkan apa pun resikonya." Kehidupan Kevin dan teman-temannya kembali terusik dengan kehadiran kasus pembunuhan di sekolah mereka. Dimulai dari mayat seorang siswi yang ditemukan tewas kehabisan darah di dalam toilet dengan meninggalkan jejak-jejak penyiksaan yang begitu sadis. Tak berselang lama, seorang siswa yang memiliki hubungan erat dengan korban pertama juga ditemukan tewas di dalam ruang kelas dengan kondisi yang jauh lebih mengerikan. Beberapa waktu berlalu. Pelaku sepertinya sengaja membuat kasus-kasus tersebut terlihat seperti kasus bunuh diri sehingga polisi tak punya pilihan lain selain menghentikan penyelidikan. Tak lama kemudian, seorang gadis dari klub teater juga nyaris bernasib sama dengan kedua korban sebelumnya seandainya seseorang yang sangat misterius datang menyelamatkannya. Kemampuan mereka sebagai detektif kembali diuji dengan kasus pembunuhan yang seolah tanpa akhir. Mereka hanya memiliki dua pilihan. Menghentikan pelaku dan membuat permainan ini menjadi happy ending. Atau, membiarkan semuanya terjadi hingga berakhir mengerikan. Permainan berdarah baru saja dimulai. Sebuah kasus ternodai warna merah yang lebih kelam daripada darah. Warna merah krimson.