M'aider
  • WpView
    Reads 1,692
  • WpVote
    Votes 162
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 11, 2022
WARNING!!!! [CERITA INI MANGANDUNG UNSUR KEKERASAN YANG DILARANG KERAS UNTUK DITIRU.] Kisah ini tentang balas dendam. Kedua tokoh yang memiliki tujuan yang sama. Sisi kelam antar tokoh yang akan saling melengkapi. Richard Aradhana, dimata Vilza cowok itu adalah seorang iblis yang menyamar menjadi dewa tampan. Berawal dari Vilza yang hendak membantu cowok nerd yang Richard seret kearah gudang membuat Vilza jatuh kelubang malapetaka. Richard mengetahui semua masa lalu Vilza. Bahkan kronologi ayah gadis itu sampai meninggal diketahui olehnya. "Lo harus pilih, Anna. membunuh, atau dibunuh.." Richard Aradhana. "Jangan bercanda!" Sentak gadis itu tak suka. walaupun begitu, perkataan Richard sukses membuka pikirannya. Ricard mengajarinya menembak, memanah sampai membunuh hanya untuk membalaskan dendam. Ya.. Richard juga mempunyai tujuan yang sama atas meninggalnya Syakilla, ibunya. Lambat laun, keduanya saling mencintai. Tak sampai disitu, cinta mereka ditentang habis habisan oleh kakek Richard sendiri karena adanya rahasia besar dimasa lalu. Akan kah mereka bisa bersatu? Atau akan berakhir tragis seperti romeo dan juliet? * Happy Reading Gais :)* DILARANG KERAS MENJIPLAK!!! KARYA INI PURE HASIL IMAJINASIKU SENDIRI. TOLONG HARGAI!
All Rights Reserved
#159
richard
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay With Me  [On Going]
  • 1 Rupa 2 Jiwa
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Bad vs Best
  • IGNIS
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • PROMISE (SELESAI)
  • ANUBIS : Vendetta Code A
  • Psychopat [SELESAI]
  • MIRROR DEVIL

"Senior..!" Teriak seorang gadis remaja dengan begitu kencang. "Senior..!" Tambahnya lagi, tak kalah nyaring dari sebelumnya. Namun tetap saja, pemuda tampan yang sedari tadi berjalan menjauh dari gadis belia tersebut, berpura-pura tuli dan enggan berbalik. Tak mendapat respon dari seseorang yang saat ini tengah ia teriaki gelarnya, gadis cantik dengan wajah Asia tersebut menggeram kesal. "Arsya Raysent.!" Teriaknya penuh amarah Seketika, langkah kaki yang tadinya enggan berhenti. Akhirnya memilih untuk diam. Dengan segera, pemuda tampan tadi berbalik guna menatap seseorang yang saat ini tengah meneriaki nama nya dengan begitu tidak sopan. Nampak, ia menarik nafas kasar sembari memejamkan matanya singkat. Dan pada detik selanjutnya, mata hazel yang lebih dominan berwarna coklat terang tersebut, perlahan kembali memilih untuk terbuka. Dan kembali menatap gadis yang saat ini berada cukup jauh dari tempat dimana ia berdiri sekarang. Namun kali ini, mata hazel itu nampak menatap nyalang. "Jangan melewati batasan mu, kau sungguh tidak sopan.!" Geram pemuda tampan tadi "Jika dengen melewati batasan ku, kau bisa memperhatikan ku. Maka akan ku lewati semua batasan-batasan itu" Balas gadis remaja itu dengan berani, kali ini sebuah senyum nampak mulai jelas terukir pada wajah cantik tersebut. Sungguh, Arsya begitu kesal dibuatnya. Namun pemuda itu memilih mengakhiri semua ini, tak ingin memperpanjang kerunyaman yang ada. Dengan segera Arsya kembali berbalik dan melangkah pergi. Entah pada langkahnya yang keberapa, Kembali, gadis bernama Adinda tersebut berteriak lagi. "Aku bersumpah, akan membuat mu jatuh cinta pada ku.!" Teriaknya kencang. Mendengar hal itu, Arsya pun menggeram singkat di tengah lalu nya saat ini. "Bermimpi lah, karena kau sama sekali bukan tipe gadis idaman ku" Balas Arsya masih dalam lalu nya yang enggan berhenti. "Kita lihat saja nanti.! Kau, atau aku yang akan menang.!" Teriak Adinda lagi dengan nafasnya yang memburu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines