HUG ME
  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 7, 2022
"Siapa kau?" dengan langkah limbung pria bernama Arza itu berjalan mendekati Mentari. Pria dengan mata cekung kehitaman di sekeliling matanya itu, tampak menunjukkan Arza tidak beristirahat dengan benar. Pria itu mengusap hidungnya yang seperti orang ingusan namun tidak terlihat ingusan. Mentari menatap Arza dengan tatapan takut. Ia hanya ingin mengantar makan siang untuk Arza. Namun pria itu sepertinya tidak butuh makan siang. Lebih tepatnya lebih butuh seorang dokter untuk menangani ketergantungannya dengan alkohol dan obat- obatan. "S-saya mau mengantarkan makanan untuk, Tuan!" Arza terkekeh di hadapan Mentari lalu mengendus- endus Mentari di hadapannya. Mentari menahan nafasnya karena bau alkohol begitu menyengat dari tubuh Arza. Serta bau badan Arza begitu tajam karena pria itu tampak tidak terurus, mungkin Arza tidak pernah mandi, atau sekedar membersihkan dirinya. Arza menyenggol nampan yang Mentari bawa hingga jatuh berantakan di lantai lalu tertawa keras. Arza menggenggam botol minuman dengan erat di tangannya dan melemparkannya ke arah kepala Mentari. Sedikit saja, kepala mentari hampir terkena botol tersebut. Botol itu membentur ke dinding hingga pecah berkeping- keping. Mentari bahkan sudah gemetar takut menatap Arza yang selalu bersikap gila padanya. Mentari meremas bajunya lalu berjongkok mengutip pecahan kaca botol yang Arza lakukan. Jika tidak butuh uang, Mentari akan kabur detik ini juga meninggalkan pria gila di hadapannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BTTH : The Fallen Genius
  • Males, ribet.
  • Sweet Drunks in Garut
  • GILANG ABRAHAM
  • LOVE DELAYED AMIDST OBSTACLES AND COURAGE
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Stay With Me  [On Going]
  • Terpaksa Menikahi Calon kakak Ipar

"Ayah, apakah kamu memanggilku?" Xiao Yan berdiri di pintu ruang resepsi, menatap ayahnya. Xiao Zhan hendak berbicara ketika Nalan Yanran tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya, menatap Xiao Yan dengan takjub. "Kamu... kamu Xiao Yan?!" "Siapa kamu?" Xiao Yan menatap wanita muda yang agak akrab itu, dengan lembut mengetuk dagunya saat dia berpikir sejenak. Kemudian, matanya melebar saat dia menunjuknya. "Pecinta kuliner kecil!!!" "Siapa pecinta kuliner kecil itu?!!" Setelah mendengar kata-kata Xiao Yan, wajah Nalan Yanran segera berubah merah terang, penuh rasa malu dan marah. Dan pada saat ini, semua orang di dalam dan di luar ruang resepsi dibiarkan tercengang. Melihat ini... apakah kedua anak muda ini saling mengenal? Sama seperti semua orang dipenuhi dengan keraguan, kemerahan di wajah Nalan Yanran memudar, dan ekspresinya berubah sangat serius. Dia berbalik ke arah Xiao Zhan, menangkupkan tinjunya, dan berbicara dengan tegas. "Paman! Yanran datang hari ini hanya dengan satu tujuan!" Setelah mendengar kata-kata Nalan Yanran, Ge Ye segera bereaksi, menandakan para pelayan untuk membawa maju pil obat yang telah disiapkan sebelumnya sebagai permintaan maaf, sementara juga siap untuk melangkah untuk membantu. Tapi kata-kata berikutnya dari Nalan Yanran meninggalkannya membeku di tempat. "Saya berharap untuk segera menikah dengan keluarga Xiao! Sekarang juga!" ??? Dalam sekejap, seluruh ruang resepsi jatuh ke dalam keheningan. Wajah Ge Ye penuh kebingungan saat dia menatap kosong ke arah Nalan Yanran. Nyonya Muda? Bukankah dia di sini untuk membatalkan pertunangan? Bagaimana bisa berubah menjadi lamaran pernikahan???

More details
WpActionLinkContent Guidelines