Dear   V

Dear V

  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 27, 2023
"Tuhan, bolehkah aku marah kepada- Mu? Tapi, aku tidak memiliki hak untuk marah kepada-Mu, karena engkaulah yang menciptakan ku. Apakah engkau sayang kepada hambamu ini Tuhan? Jika Kau sayang. kenapa Kau mengambil semua yang aku miliki, k-kenapa harus aku yang merasakannya, Hiks apa salahku?" seorang gadis dengan paraunya, menumpahkan segala keluh kesahnya pada sang kuasa di temani malam yang gelap dan hebusan angin yang dingin. Lalu gadis itu berucap.... "Tuhan, Jika aku mengakhiri hidup ku apa kau akan marah? Apakah aku boleh jujur? Sebenarnya aku sudah tidak sanggup untuk hidup lagi, aku ingin sekali bebas dari dunia yang kejam ini, Tuhan aku ingin ikut dengan keluarga ku. Aku sudah tidak sanggup di dunia ini. Maafkan aku karena aku, kamu juga harus ikut meninggalkan dunia ini- Selamat tinggal dunia, kuharap Tuhan akan memaafkan ku karena dosa yang ku perbuat ini" Ucap gadis itu dengan senyum pedihnya Dan tak lupa merentangkan kedua tangannya ke udara. "Selamat tinggal" Kata terakhir gadis itu sebelum melompat dari gedung. tak lama sebelum gadis itu ingin melompat, terdengar suara langkah kaki seseorang dan... "JANGAN MELAKUKAN HAL YANG BODOH!!!" ° ° ° ° ° ° Apakah dia akan mendapatkan keadilan? Apakah kehidupannya akan berubah setelah kejadian itu? Atau malah semakin memburuk? Lalu siapa kah orang itu?
All Rights Reserved
#14
leejenonct
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Alicia Stories : In Another World
  • Aerilyn
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • C²LV
  • I'm promise with you
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Hidden Feelings
  • Bukan Pangeran Diponegoro (✔)
  • Memories in Moon

"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines