Sampai Batas Waktu

Sampai Batas Waktu

  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 24, 2024
Aku mengarungi luasnya samudera dengan menggandeng tangan gadis mungil bernama Halwa. Aku sepakat menaruh rasa yang teramat dalam di sana tanpa peduli bagaimana perihnya luka. Tidak ada alasan untuk meninggalkannya. Selama itu, aku benar-benar bertahan untuknya. Untuk Halwa, gadis asal Jawa yang berhasil mengguncang jiwaku. Membuatku nyaris mati rasa. Tapi, semesta selalu adil. Setiap luka akan dipertanggung jawabkan. Begitupun saat aku perlahan menjauhi dunia Halwa. 🚫don't copy this story star: 18 february 2022 cover by: pinterest, canva ✨ Cerita ini murni hasil pikir sendiri, dibumbui pengalaman pribadi. semoga terhibur. tks🖤
All Rights Reserved
#100
selflove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Wounds in Marriage
  • Fallin' Love Again
  • [#3] ETHEREAL
  • Galen [TAHAP REVISI]
  • Gladis Story [SELESAI ✓]
  • Favorite Wound
  • To Reveal It
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • about us and him ✔️

[18+] Kehancuran rumah tangga adalah luka yang tak pernah kutulis dalam daftar kemungkinan hidup. Ia seperti badai yang datang diam-diam, tanpa tanda-tanda, lalu meluluhlantakkan segalanya hingga tak bersisa. Aku tak pernah membayangkan bahwa perjalananku bersama Mas Naufal-yang telah kujalani hampir lima tahun lamanya-akan karam begitu saja. Dikhianati oleh lelaki yang dahulu kucintai setulus hati, membuatku jatuh ke jurang yang tak bernama. Dialah lelaki yang dulu berlutut di hadapanku, menggenggam tanganku, dan bersumpah atas nama Tuhan untuk menjagaku. Lelaki yang pernah mengucap, bahwa cinta ini akan kekal hingga maut memisahkan. Namun kini, janji-janji itu hanya serpihan debu yang terbang dan hilang bersama angin. Ia telah menodai kesetiaan, mengoyak kepercayaan, dan menjadikanku perempuan yang patah dalam sunyi. Sakitnya bukan hanya karena ia memilih wanita lain. Tapi karena ia menghancurkan rumah yang kami bangun bersama. Ia membakar kenangan, dan menertawakan sisa-sisa hatiku yang mencoba bertahan. Betapa ironis, lelaki yang dulu begitu kucintai... kini menjadi sosok yang bahkan tak sanggup kupandang tanpa getir. Ya, inilah kisahku. Kisah rumah tangga yang tidak berakhir indah. Sebuah pengingat pahit, bahwa cinta yang diperjuangkan sendirian hanyalah jalan sunyi menuju kehancuran. Jika kalian sedang mencintai, jangan pernah melangkah terlalu jauh sendiri. Sebab cinta seharusnya berjalan beriringan. Dan bila hanya satu yang berjuang, maka ia akan jatuh, sebagaimana aku telah jatuh. *** #1 Temandekat - November 2022 # 1 Jahat - Desember 2022 # 2 Luka - Januari 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines