Hanya Ingin Bahagia

Hanya Ingin Bahagia

  • WpView
    LECTURAS 25
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, feb 14, 2022
"Udah berapa kali gue bilang jangan kegatelan, kak agas juga gak tertarik ama lo, udah gendut, gak pinter, miskin, jelek, item lagi, cuihhh" Sila lagi lagi membully Asia, tidak ada jera jera nya dia membully orang yang menghalangi jalan nya mendapatkan agas. 🍃 Asia yulandra asani gadis bertubuh pendek dan sedikit berisi, kulit yang sawo matang, senyuman nya yang manis, dan orang yang ramah, mempunyai keluarga yang cukup mampu dan sangat mandiri, terlihat imut jika ia membuka masker nya pipi chubby dan bibir kecil membuat nya terlihat manis. Agasa jolanda sai si tampan sekolah, cowok sangat diidam-idamkan kaum hawa disekolah, mata yang selalu menunjukkan tatapan dingin, selalu berpakaian rapi dan memakai peci, bisa dikatakan sebagai anak teladan dan sholeh, keluarga yang kaya tidak membuat sombong. 🍃 agas itu bertetangga dengan tempat tinggal asia atau kosan asia, agas sangat penasaran seperti apa seorang yang disebut asia, tetangga kelas nya, terkadang dikantin sekolah diam diam dia memperhatikan asia yang duduk di satu meja bersama teman yang setia bersama dengannya. sehingga ada rumor jika dia menyukai asia membuat asia diburu para fansnya salah satunya Sila yang tergila gila kepada agas. agas berasa di kelas 8A dan asia berada di kelas 8B asia yang selalu di bully dengan sigap cepat dan rapi menutupi semua luka, penghinaan, pembullyan yang dilakukan fans nya agas kepadanya, para fans nya memanggil agas 'kak agas' karena agas memang lebih tua dari mereka sebenarnya agas kelas 9 sekarang karena orang tua nya sering di pindah tugaskan jadi dia telat naik kelas. menghadapi masalah sendiri memang sulit tapi tidak pernah asia mengeluh kepada siapapun, dia memang tidak terlalu pintar tapi dia memiliki Attitude yang tinggi.
Todos los derechos reservados
#804
obsesi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Bukan Cerita Kita
  • ANGKASA [ #1 PWR Series ]
  • LUKA BIASA GADISKU
  • ★BABY ZION★
  • destroyed °||on going||°
  • DeKaNa (END)
  • KANATA

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido