our destiny

our destiny

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 4, 2025
WpInfo
Fanfic
Nemi seorang pria manis yang mendapatkan beasiswa di SMA khananta dia bersekolah dengan tenang dan damai tanpa ada pembulyan sedikitpun, dia bersekolah disana namun jarang sekali murid menganggap dirinya ada Sampai pada akhirnya dia mendapatkan misi dari pemilik sekolah sekaligus orang yang memberikan dirinya Beasiswa, pemilik sekolah itu berjanji jika nemi bisa mengajari cucu nya dan berhasil pada ujian semester akhir dia akan memberikan nemi beasiswa ke universitas yang dia inginkan, mendengar itu Nemi dengan semangat menyetujui misi itu, dia akan melakukan apapun demi dapat kuliah di universitas yang dia impikan Masalahnya dia harus berhadapan dengan Bastian Arkana khananta, cucu satu satunya dari bapak baskara khananta dan anak dari pasangan Calvin khananta dan ofie khananta Seorang murid yang di takuti oleh seluruh penghuni sekolah, bisa di katakan dia adalah iblis kegelapan, kenakalan yang dia perbuat cukup parah sebut aja dengan pergi ke bar setiap malam, bermain jalang, bahkan seluruh guru tak ada yang berani dengan dirinya Slow update babe hehe
All Rights Reserved
#55
gaylokal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bus Biru
  • KETOS [BL Lokal]
  • AUZAN!! SELESAI!
  • Teacher Or Boyfriend [BxB]
  • Kuas Gugur ◖BL◗  
  • I Am Wrong ✔
  • BAYIKU_~
  • (B)ROMANCE?! - [TAMAT]
  • My Perfect Arland
Bus Biru

Ada sebuah bus biru yang bertugas mengantar dan menjemput kami ke sekolah. Bus itu sudah tua, tipe bus milik pabrik swasta yang dihibahkan untuk transportasi anak sekolah. Aku harus terdampar di sekolah kumuh ini karena tawuran kolektifku. Kedua orang tuaku menyerah, lalu melemparkanku ke sekolah ini. Prinsip mereka adalah : Lebih baik dipindahkan ke sekolah terpencil daripada harus diDO. Jadi aku sampai di sekolah "ajaib" ini, tinggal bersama nenekku yang konvensional. Sekolah yang hanya terdiri dari sembilan kelas, dengan penghuni nggak kalah ajaibnya. Belum lagi nggak ada transportasi yang bisa membawaku pulang atau berangkat sekolah. Aku harus bertahan dengan segala kejahilan geng tengil ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines