PENJAGA LANGIT YANG ABADI

PENJAGA LANGIT YANG ABADI

  • WpView
    LECTURES 1,842
  • WpVote
    Votes 204
  • WpPart
    Chapitres 11
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., févr. 9, 2026
WpInfo
Fanfiction
NCT
Bukan lapak BxB ya .... "Kau begitu indah langit, pantas saja ayah ku ingin semua anaknya menjadi seperti beliau, agar kami tau betapa indahnya dirimu dan juga betapa menyeramkannya kamu di saat badai menerpa mu." ucap Baskara sembari menutup mata menikmati setiap tiupan angin yang berhembus sore itu. Langit yang terlihat indah saja bisa menghilangkan seseorang yang amat sangat berharga bagi 2 orang pemuda yang sekarang hanya mentap miris pada langit. Pratama Baskara Januandra adalah satu dari beberapa orang lainnya yang senang menjaga langit hingga enggan untuk kembali... if you like this story tolong tinggalkan jejak ya kawan!
Tous Droits Réservés
#249
norenmin
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • BINTANG AKSENA (End) ✓
  • AIR MATA AWAN || YU JUNWON
  • LOVE for the MAKNAE
  • My Brother[Sequel Mianhae My Brother]
  • Rainbow
  • GrapicH [✔] JOHNTEN FML
  • SEMESTA
  • Renjana [COMPLETED]
  • Egois

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu