Confine In Pain

Confine In Pain

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 26, 2022
Zeeraya berlari sekencang kencangnya tidak tentu arah. Ia meluapkan seluruh emosinya, hingga Ia berhenti sejenak dibelakang sebuah gudang tak terpakai. Tempat itu sepi, sangat sepi. Dibelakang gudang kecil itu terdapat sungai. Sungai itu seperti masalahnya yang tidak pernah berhenti dan usai. Zeeraya hanya seorang gadis yang butuh kasih sayang dan sedikit kebahagiaan. Ia hanya butuh sedikit tapi, mengapa sulit sekali? -' base on true story
All Rights Reserved
#202
sadgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Matahari
  • Abstrak
  • I'M TALISA
  • Peluka(n) [END]
  • Effort 2 [ Completed ]
  • Crazy Girl (Hiatus)
  • FIZYA
  • DIA YANG TERBUANG
Matahari

Aditya Baskara benci ketika mengingat acara bunuh dirinya yang tak jadi karena dipergoki oleh seorang gadis cacat kaki bernama Arunika Ahana. Terlebih lagi dengan ucapan sarkas gadis lemah itu. Setelah kejadian itu, Arunika masuk ke dalam daftar jajaran orang yang harus Baskara jauhi. Tapi di kemudian hari, Baskara dengan tak ada harga dirinya malah memohon Arunika untuk memeluknya ketika astraphobia-nya kambuh. Baskara agaknya sudah semakin gila ketika tanpa sadar tiap malam ia selalu rindu akan pelukan Arunika. Sehaus kasih sayang itu kah dirinya? "Itu air buat gue, 'kan?" "Bukan. Ini buat Arvi." "Arvi?" Baskara tersenyum kesal, menatap tajam Arunika. Dia menunduk mensejajarkan kepalanya dengan Arunika dan membawa tangan gadis itu menyentuh rahangnya. "Yang butuh perhatian itu gue, bukan Si Ingusan itu." "Kamu-!" "Gue haus, Aru-haus kasih sayang lo." 23. 08. 2024 [ Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines