BE WITH YOU - PENDING

BE WITH YOU - PENDING

  • WpView
    Reads 171
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 24, 2025
Kesalahpahaman yang terjadi antara Alisya dan reyhan membuat mereka berdua harus memutuskan hubungan mereka tanpa ada alasan yang jelas. Bagi Alisya melihat reyhan membuat dirinya harus di hantui rasa bersalah akan kematian sahabatnya salsa. Alisya mengira Sahabatnya salsa bunuh diri karena dirinya yang tidak mau memutuskan reyhan karena sahabatnya itu mengatakan kepadanya bahwa ia menyukai reyhan.Alisya menyalahkan dirinya saat mengetahui kabar kematian sahabatnya salsa. "Aku mau kita putus..." "Kenapa? Kasih alasan yang bisa aku Terima kenapa kita harus putus? " Tanya reyhan "Kita udah gak cocok reyhan. Dan aku udah gak cinta sama kamu. " Ucap Alisya dengan air matanya yang mengalir. "Kamu bohong" Alisya yang mendengar itu seketika diam membisu hanya air matanya yang terus mengalir. Sungguh. Alisya masih mencintai reyhan. Tapi dengan adanya hubungan ini alisya harus kembali mengingat tubuh kaku sahabatnya saat itu. Dan itu semua karena dirinya. Ia selalu menyalahkan dirinya. "Aku mohon sama kamu reyhan kita putus yah. Aku udah gak bisa bertahan sama hubungan kita. "Ucap Alisya terdengar putus asa dengan semuanya. Ia langsung melangkahkan langkahnya menjauhi reyhan. Saat ini ia benar-benar tidak ingin berhadapan dengan pria ini " Maaf reyhan.. " Ucap Alisya dalam hati.
All Rights Reserved
#232
alisya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • My Boyfriend Is Like Ice
  • Arsyilazka
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • ALEXON [END]
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Garis Interaksi

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines