Cerita Ezhar

Cerita Ezhar

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 22, 2022
Ezhar Altair Dirgantara seorang pemuda tampan yang menyukai gadis cantik dan terkenal karena attitude nya yang baik. Namun sayang, semuanya akan hancur jika orang tua dan sahabatnya tau. Karena apa? Karena keluarga Ezhar dan gadis itu tidak berhubungan baik dan Ezhar sendiri tidak mengetahui masalah apa yang membuat keluarganya bisa sangat membenci keluarga gadis itu Gadis cantik itu bernama Arnezza Zhabani, anak dari Jay seorang yang terkenal dengan kekejamannya. Tapi, gadis ini tidak seperti sang ayah, dan dia malah sebaliknya. Dia memiliki sikap yang baik hati dan tidak sombong, bahkan semua teman sekolahnya mengenal baik seorang Arnezza Zhabani.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Being a Good Papa [ End ]
  • ALLZELL (ON GOING)
  • Dia Abangku!
  • Lihat aku ayah (Revisi)
  • ARAKHA
  • Sweet Family (On Going)
  • MISTAKE (On Going)
  • I Love You My Ketos
  • ARSEN (END)
  • Keira

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines