ARROGANT DEVIL

ARROGANT DEVIL

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 12, 2022
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Semuannya hilang dan tak terkendali. Kekacauan yang terjadi dan berlalu begitu saja. Kebenaran yang tertutup rapat dan kebohongan yang di benarkan begitu saja mengakibatkan bendera perang terus berkibar. Rasa sakit yang tersembunyi rapi di balik sebuah senyuman menyimpan duka yang tak berkesudahan. Kebenaran yang di sembunyikan. kebohongan yang di benarkan. kehancuran yang di rencanakan. membuat sebuah luka menciptakan dendam. Akankah dendam itu terbalaskan? Saat si pendendam itu hanya memilih diam saja!?. Dalyertine Amero Agerto "Berdiam diri, melihat tanpa melakukan apa pun dan berharap mereka segera hancur! Miris sekali dendam macam apa ini?" tanya pria itu merendahkan. Pria itu mendekat dan membelai wajah wanita itu "jadilah budakku, aku akan memberimu kekuatan untuk menghancurkan mereka. Hancur sehancur-hancurnya, hancur sampai ke akar-akarnya." Artica Agnesta Veralic " Kau tau apa yang paling mengerikan dari murkanya orang sabar?" tanya wanita itu. wanita itu tersenyum miring berjalan mendekati pria yang ada di hadapannya dan tepat di telinganya ia berbisik "..................." Wanita itu berlalu pergi meninggalkan pria itu yang terdiam kaku di tempat, setelah mendengar ucapan wanita itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Althalan Vs Amore
  • REVENGE
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • MALIGNITY : Encounter The Evil (TERBIT)
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • You Got It
  • No Cerai No Pisah!
  • Promise or Leave
  • VALEN and The Guide of Shadow

Jangan lupa follow Ig: ZinniaPeruviana Di hadapan Althalan, seorang wanita berlutut, menggenggam tangannya yang dingin. Amore. Wajahnya pucat, air matanya bercampur dengan rintik hujan yang membasahi pipinya. Perutnya yang membesar menandakan kehidupan yang sedang ia lindungi-anak kembar yang masih belum lahir, darah daging Althalan. "Kamu nggak boleh mati, Alva...!" "Kamu janji bakal ngebesarin mereka bareng aku, kan?! Kamu nggak boleh pergi sekarang!" Althalan terkekeh lemah. Darah mengalir dari sudut bibirnya, tapi sorot matanya masih samapenuh dominasi, penuh kepastian. Tubuhnya gemetar, tapi bukan karena ketakutan. "Dengerin aku, Lova..." "Anak kita... mereka akan lahir membawa darah aku... Mereka bakal lebih kuat, lebih kejam... dunia ini nggak bakal bisa ngelawan mereka." Amore menggeleng, air matanya jatuh lebih deras. "Jangan ngomong gitu, dasar brengsek! Mereka butuh kamu! Aku butuh kamu!" "Amore" Suaranya kini terdengar lebih dalam, hampir seperti bisikan maut. "Jangan takut. Aku udah senang karena mereka sebentar lagi akan lahir, mereka warisan yang jauh lebih besar dari apapun, mereka nggak akan tumbuh sebagai manusia biasa." "Kita akan terus bersama, aku akan selalu berada di sampingmu sayang, jangan menangis seperti itu, lihat mereka tidak senang melihat mommynya menangis! Mereka adalah dua pilar kehidupan, Walaupun aku sudah tidak ada didunia ini aku berjanji, akan terus melihatmu bahagia bersama kedua anak kita sayang!" Hujan terus turun, membasahi wajahnya yang semakin pucat. Aura iblisnya berputar semakin liar, sebelum akhirnya menghilang bersama helaan napas terakhirnya. Althalan, akhirnya berhenti bernapas. Namun, di balik keheningan yang menyakitkan, dia bisa merasakan sesuatu yang lain dua kehidupan kecil yang sedang berkembang di dalam dirinya. Anak-anak mereka. Dengan mata yang masih dipenuhi air mata, Amore menunduk, bibirnya bergetar. "Mereka akan lebih kuat dariku..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines