Senyum itu Disimpan Saja

Senyum itu Disimpan Saja

  • WpView
    Dibaca 40
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Feb 11, 2022
WpInfo
Fiksi
Romansa
Kita pasti pernah mencintai seseorang, lalu mendamba dan menempatkannya di singgah sana hati kita. Lantas apakah semua itu cukup? agaknya kok wagu ya...., cinta itu butuh pengorbanan, perjuangan dan risiko yang disandangnya. Bagitulah perjalanan cinta, kita boleh mencintai siapapun, tapi tidak untuk memilikinya. Kisah ini adalah sebatas rekam perjalanan yang harapan penulis menjadi satu cermin dan titik balik untuk melangkah lebih indah selalu begitu dan seterusnya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#3
novel2022
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Takdir Terbaik
  • Akhir Kisah [SELESAI]
  • Menunggu Waktu, Menemukan Dirimu
  • Destiny Changing Action
  • DANDELION
  • Dear Gus (Hijrah The Series)
  • Menjauh untuk Menjaga
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]

sebenarya ini kisah nyata penulis, sekalian curhatt😅 Ketika Cinta Tak Bisa Berkata-Kata Bisakah kau mencintai seseorang tanpa pernah benar-benar memilikinya? Mampukah kau merelakan seseorang yang diam-diam selalu ada dalam doamu? Sarah, gadis bercadar yang menjaga hatinya dengan penuh kehormatan, dan Ridho, pemuda sederhana yang dihantui cinta yang tak pernah terucap. Mereka dipertemukan oleh kebetulan, tapi dipisahkan oleh keputusan yang tak bisa dilawan. Di tengah perjalanan hidup mereka, cinta hadir dalam diam, terikat oleh batas-batas yang sulit diterobos. Ketika sebuah perjodohan mengubah arah hidup Sarah, Ridho hanya bisa menatapnya dari kejauhan, menyembunyikan luka di balik senyumnya. Apakah cinta sejati hanya tentang memiliki? Ataukah pengorbanan adalah jalan menuju kedewasaan hati? "Karena takdir selalu punya cara untuk mengajarkan kita arti merelakan."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan