CINTA BEDA KARAKTER

CINTA BEDA KARAKTER

  • WpView
    Reads 323
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Wed, Oct 16, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Lo lagi lo lagi.. ada gak sih orang lain selain ello yang hukum gue hah..?!!! " kata Feli "gak ada!! ".tegas kenzi " okee sekrang lo mau kasih hukuman apa ke gue cepatan gue pen cepat-cepat ini selesai dan gue gak mau lama-lama sama lo disini!! " " hukuman lo adalah untuk hari ini detik ini menit ini lo harus jadi pacar gue dan jadi calon ibu dari anak-anak gue kelak".ujar kenzi Feli menganga mendengar perkataan kenzi. " LO UDAH GILA YA!! HUKUMAN MACAM APA ITU GUE GAK MAU JADI CEWEK LO GILA LO!! " " jadi pacar gue hanya sampai kita lulus, kalo lo gak mau gue bakal buat lo di hukum setiap hari nya walaupun lo gak ada salah" " sialan lo.. Lo kira lo itu siapa hah!! Seenak jidat lo mau ngatur-ngatur gue" " iya atau tidak, hanya jadi pacar aja". " baik lah hanya jadi pacar pura-pura buat gue" " bukan pura-pura tapi beneran" Setelah mengatakan itu dia mendekati cewek itu dan mencium singkat keningnya lalu pergi meninggalkan nya sendirian di belakang sekolah. Dan sebelum benar-benar pergi dia membisikan sesuatu ke telinga cewek itu. " I LOVE YOU FELISIA"
All Rights Reserved
#451
beda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tingkat Tiga
  • 36 days with you {saida} [End]
  • Naughty Nanny
  • Bad Papa
  • Twin's ? {Story 7}.
  • Three Targeted Girls!!
  • syanin
  • Origami Alfiolita (End)
  • ketika benci menjadi Cinta

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines