Story cover for pretty by KadekMurni
pretty
  • WpView
    LECTURAS 27
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 4
  • WpView
    LECTURAS 27
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 4
Continúa, Has publicado feb 11, 2022
"Gak usah sok cantik." seru Galen saat Carla berjalan di depannya.


Carla Anora. Gadis itu seketika berhenti saat mendengar suara seseorang yang baru saja mengatainya.


"Apa lo bilang? Hehh ... galon air coba deh lo pergi ke dokter mata! siapa tau tuh mata bermasalah. Udah jelas-jelas gue memang cantik, bahkan semua orang juga bilang begitu." ucap Carla sambil menatap kesal ke arah Galen yang berdiri di ambang pintu kelas.


Galen tertawa mengejek. Ia menatap gadis yang sangat percaya diri tersebut. "Cerewet." ujar nya yang langsung melenggang pergi meninggalkan Carla yang menahan kesal di tempatnya.


"GALEN ... GUE BAKAL BIKIN LO SADAR DAN NGAKU KALAU GUE MEMANG CANTIK."
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir pretty a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#16pd
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Amor Almira de ZuwitaArcen
35 partes Concluida
Dalam hidup, kita bertemu dengan banyak orang. Tapi hanya sedikit yang mampu mengguncang dunia kita, mengubah arah hidup, dan meninggalkan jejak di hati. Ini adalah kisah tentang dua dunia yang bertabrakan-tentang gadis baik yang jatuh cinta pada laki-laki yang katanya nggak pantas dicintai. Almira Anjani Wirasti, gadis ceria dengan hati selembut senja, tak pernah menyangka bahwa pertemuan singkat di bawah pohon rindang akan mengubah hidupnya. Ia hanya ingin menolong. Tapi dari sentuhan pertamanya, ia malah menemukan luka yang lebih dalam dari sekadar goresan di kulit-luka yang tersembunyi di balik dinginnya tatapan seorang Amor Antariksa Setiawan. Amor bukan tipe pria yang mudah didekati. Kasar, tertutup, dan penuh misteri. Tapi siapa sangka, di balik sikap cueknya, ada hati yang lelah... dan mungkin, hanya butuh seseorang yang cukup nekat untuk mengetuk pintunya. > "Lo nggak takut deketin orang kayak gue?" tanya Amor suatu sore, suaranya serak, tatapannya kosong menatap langit. Almira menghela napas pelan, menatap lukanya, lalu menjawab tenang, "Yang gue takutin bukan lo... tapi kehilangan kesempatan buat bikin lo bahagia." Amor terdiam. Tak ada yang pernah bilang hal seperti itu padanya. > "Gue bukan orang baik," gumamnya. "Gue cuma... rusak." "Nggak ada orang yang terlalu rusak buat dicintai," bisik Almira, menatap matanya yang penuh luka. "Lo cuma belum pernah dikasih alasan buat percaya." Dan sejak hari itu, perlahan-tanpa mereka sadari-dunia yang kelabu mulai berubah warna. Ini bukan kisah cinta biasa. Ini tentang keberanian mencintai seseorang yang hancur. Tentang bagaimana cinta bisa mengubah arah hidup, menyembuhkan luka lama, dan menciptakan harapan baru. Karena kadang... yang kita butuhkan bukan orang sempurna. Tapi seseorang yang bersedia tetap tinggal, bahkan ketika kita merasa tidak pantas dicintai.
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  de DianYustyaningsih
93 partes Concluida
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.
Vericha Aflyn ✔️ de Icacty_
58 partes Concluida
#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Sweet Combat cover
Amor Almira cover
Because I'm Stupid (End) cover
[Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT] cover
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  cover
ALSTARAN [END] cover
CINTA SEPIHAK [TERBIT] cover
Vericha Aflyn ✔️ cover
When Two Hearts Collide  cover
GADIS (Lengkap belum revisi) cover

Sweet Combat

9 partes Concluida

Sebelum baca jangan lupa Follow yeeee. _________________________________________________________________ "Sini Lo kalo berani!!!!" teriak perempuan berseragam putih abu-abu itu sambil memberontak teman-teman yang menahan dirinya. Sedangkan perempuan tadi tetep berusaha meraih wajah seorang laki-laki yang ada di depannya. Teman-temannya menahan tubuh perempuan itu dengan sangat kuat. "apa lo. mau cakar wajah tampan gue! Nih cakar aja." Ucap seorang laki-laki dengan tampang sombongnya seolah memberikan wajahnya pada perempuan tadi. "Eh..ehh..eh. Ini ada apa ribut-ribut? Kaya di pasar aja." Tiba-tiba seorang Guru datang memisahkan mereka yang sedang bertengkar tadi. "Ini pak, dia yang cari gara-gara duluan." perempuan tadi masih sangat emosi. sambil menunjuk nunjuk jarinya ke arah lelaki tadi. "Ehh kok nyalahin gue. Udah jelas-jelas elo yang duluan. pake mau nyakar wajah gue lagi." lagi-lagi lelaki itu menjawab ucapan itu. "SUDAH!! KALIAN BUBAR! BUBAR!!" teriak guru yang sendari tadi mendengar ocehan kedua siswa nya itu. akhirnya,mereka yang ada di sana bubar. Termasuk Perempuan Dan lelaki tadi. Haiyuu Baca!!! Dijamin Ngakak deh😁 Aku aja yang bikin ceritanya udah Greget duluan 😂 Yuk,tunggu apa lagi. Tambahin cerita aku ke perpustakaan pribadi Kalian!!❤️