BUIH
  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 1, 2022
Hallo Air, aku Buih. Aku tak sedih meski samudera memeluk ku dengan pedih. Kau jangan takut Air. Samudera tak seburuk itu. Ia sedang menjelma jalang yang kau patuhi itu. Ia tak lagi berseteru dengan takdir pilu. Ia sedang tumbuh bermetamorfosis, menjauh dari titik dan koma. Ia bukan lagi spasi di ruang tunggu yang dingin dan kau tak pernah ingin. Ia berdampingan denganku, tak lagi tanda petik satu sendirian. Aku tau kau memang jauh dari kata pendirian. Kemarin kau hanya gubuk reot tempat ku berteduh sambil menyeduh teh. Tanganku kedinginan tapi kau tak pernah mau menggenggam. Tak apa, aku mengerti segalanya.
All Rights Reserved
#2
breath
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • - Tahun Ke 18 - [Tamat]
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Suara Dalam Aksara
  • Jangan Bermain Cinta dengan Mapala
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • Merayakan Perpisahan [Segera Terbit]
  • Sunyi Hati Hampa Semesta
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • Nestapa [END]

Disaat dunia hampa oleh perasaan Dan tak ada tempat untuk bercerita Maka diketikanlah puisi pengganti teman Mencoba mengibur manusia dari luka Ketika patah hati semua akan pedih Dan lupa akan kebaikan dunia ini Bahkan hati ini hanya tertuju pada satu titik Titik yang membuatmu patah hati di bumi Ketika senang yang tak mampu terbendung Maka ku buat puisi untuk mengukirmu Mencintai seseorang membuat ku hidup Dan tak lagi hampa oleh awan mendung Pencapaian yg pernah didapat: #3 Lit pada 12.08.2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines