Mirzha
  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 18, 2022
"Waktu telah mengizinkanmu abadi dalam hati ini." Kutipan kata di atas mengambarkan bagaimana waktu berkuasa atas segalanya. Entah untuk sebuah pertemuan atau perpisahan. Bahkan tanpa sebuah rencana hal-hal indah maupun luka mampu tercipta dalam skenarionya. Dalam putarannya pula terlukis sebuah kisah antara Aksara dan Mirzha. Di mana untuk pertama kalinya waktu mempertemukan mereka dan menanamkan benih-benih cinta dalam dalam diri Aksara. Kemanakah waktu akan membawa kisah mereka? Dan kejutan-kejutan seperti apa yang di hadirkan waktu dalam kisah hidup mereka? Langsung saja kita simak ceritanya.
All Rights Reserved
#244
ceritabersambung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESA PUNYA CERITA
  • Cinta Pertamaku dan Takdir✔
  • DEAR LOVE
  • Kata Cinta Dalam Doa [END/Tersedia Lengkap]
  • Ikhtiar Cinta Bersamamu [END/SUDAH TERBIT]
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Arini Untuk Gani
  • Fall for You
  • Ini Cinta Atau Bukan?
  • Cinta Lokasi (Arsyah)

Azis Mahendra selalu hidup mewah di kota, terpaksa ikut keluarganya mudik ke desa. Ia kesal-baginya, desa terasa asing, tak nyaman, dan jauh dari standar hidupnya. Namun semua berubah ketika ia bertemu Ratih Prameswari, gadis desa 15 tahun yang hangat dan ramah. Mereka pertama kali bertemu di pasar. Azis merasa risih dengan bau amis dan suasananya yang ramai, sementara Ratih justru tertawa melihat kepanikan Azis. Percakapan singkat mereka dalam bahasa Jawa halus jadi pembuka hubungan mereka. Hari-hari berikutnya membawa mereka ke kebersamaan yang tidak direncanakan. Mereka naik sepeda menyusuri jalanan desa, melewati sawah, tertawa saat tercebur parit karena ceroboh. Azis mulai menikmati suasana desa yang dulu ia remehkan. Dua minggu yang awalnya membosankan berubah jadi hari-hari penuh warna. Namun waktu terus berjalan. Azis harus kembali ke kota. Di ujung desa, mereka saling menatap dalam diam. Tak ada kata perpisahan, apalagi janji. Hanya perasaan yang tumbuh tanpa pernah terucap. Ini bukan kisah cinta yang selesai bahagia. Tapi tentang perbedaan, tentang waktu yang terlalu singkat, dan tentang cinta yang hadir tanpa pernah benar-benar bisa dimiliki. Apakah perasaan itu akan bertahan? Ataukah akan jadi kenangan yang perlahan memudar bersama waktu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines