Kisah Abella Alessandra Putri(On Going)

Kisah Abella Alessandra Putri(On Going)

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 3, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah ini bercerita Abella Alessandra Putri, gadis remaja yang mempunyai ketakutan berkaitan dengan "hilang", entah itu tentang kejayaan, sahabat, jati diri, ataupun kehidupan (mati)? " Penyuka Malam, bukan hujan." ia menulis kalimat tersebut di dalam diary nya. Start 1 Desember 2022 End ?
All Rights Reserved
#283
kehilangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RAIN SAMUDRA
  • Beautiful Little Maid
  • Awan Dan Hujan
  • KESEMPATAN! [END].
  • Agliophobia (Tamat)
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • 𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈
  • Remake
  • Rayzqila: Senja Dan Hujan
  • ALFIAN [Completed]

Aqeela Rain Ameira, gadis periang yang memiliki trauma mendalam terhadap hujan setelah kehilangan adiknya dalam sebuah kecelakaan. Setiap kali hujan turun, ingatan akan adiknya yang pergi terlalu cepat kembali menghantuinya, membuatnya merasa cemas dan takut. Hujan, bagi Aqeela, bukan hanya simbol cuaca, tapi juga kenangan pahit yang sulit dihindari. Alrescha Fattah Samudra, laki-laki yang menyimpan trauma besar terhadap laut setelah kehilangan ibunya dalam kecelakaan laut. Laut yang luas dan tenang justru menjadi pengingat akan rasa takut dan kehilangan yang mendalam. Meskipun berusaha menghadapinya, setiap kali Fattah mendekati laut, bayangan ibunya yang hilang selalu mengintainya, menyisakan kekhawatiran yang tak mudah diatasi. "Gue bisa jadi payung lo ketika lo takut hujan, Lo bisa peluk gue ketika petir dan hujan datang bersamaan, gue akan selalu ada di samping lo, Qel" kata Fattah dengan lembut sambil menatap Aqeela Aqeela mengangguk pelan, matanya lembut. "Gue juga akan jadi ombak yang ngebawa lo ke pantai, ketika lo takut laut." Fattah tersenyum, lalu melanjutkan dengan penuh keyakinan, "Kita hadapin bersama selagi kita masih punya satu sama lain" Cerita ini sepenuhnya merupakan hasil dari pemikiran dan imajinasi penulis. Jika ada kesamaan dalam tokoh, tempat, atau elemen lain, itu murni kebetulan. Selamat membaca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines