"Hai,,,!!"
"Annyeong,, Apa Kabar?"
"hei, Kenapa Lo diam? apa gue terlihat menyeramkan sehingga elo diam seperti itu?
" Hei,, Hei,, Apa elo Baik-baik saja?"
"Hai,, Oppa. ada apa denganmu? Kenapa lo tiba-tiba aja Diam seperti itu?
" H-hai,, Yeji-sii!!"
"i-iya. gu-gue Ba-baik. Bagaimana denganmu?"
"Eh. Iya. Maaf telah membuatmu menunggu!!"
"Tidak apa-apa. gue baik kok!!"
"Ah,, tidak ada. hanya saja gue melamun tadi!!"
****
Seluruh Anggota TXT tak pernah membayangkan bagaimana Bisa Mereka memiliki Masa Depan Yang Begitu Mengerikan. Bahkan tak pernah Menginginkan Sesuatu untuk membuat nyawa mereka berada dalam Bahaya.
Karena Selama ini. Menurut Cerita Orang-orang sana, Vampire merupakan sebuah cerita Dongeng atau Cerita Hoax untuk bisa dijadikan sebagai Alat Mimpi untuk anak-anak saja.
Tapi, Ternyata. Tanpa mereka duga. Ternyata Idol dari Girlgrup yang debut dengan tahun yang sama dengan mereka. bahkan memiliki Kemampuan serta Prestasi itu, ternyata adalah Seorang Vampire.
Bahkan Mereka Baru Mengetahui bahwa mereka adalah Mate mereka. Awalnya mereka bersikap Baik-baik saja. Namun, beriring waktu berjalan. Mereka sudah tak bisa Menahannya karena Pesona Mereka begitu menganggu ketenangan mereka.
Terlebih lagi Sikap mereka sangat Baik dan Hangat kepada mereka. Jadi, bagaimana Caranya mereka bisa menghadapi sekelompok Gadis itu tanpa harus Merelakan sesuatu yang sangat berharga bagi mereka? Namun, bagaimana dengan Cinta mereka?
Ini adalah cerita tentang seorang pria manis yang berduka karena rasa cintanya. Tentang seorang manusia yang bertahun-tahun berkubang lara.
Lantas seolah berbelas kasihan melihat ia dilanda kesedihan yang mendalam, takdir akhirnya berhenti bermain-main dan merubah nasib Jeongin, begitu dahsyat, begitu cepat seolah membalikan telapak tangan.
Pemuda itu bertemu hantu!
Sesosok roh penasaran yang sedang menanti kesempatan untuk membalaskan dendam, setelah bertahun-tahun raganya mati mengenaskan karena karena ulah seseorang, yang telah merebut kekasih sekaligus membunuhnya dengan keji.
.
.
.
.
.
.
.
Berbekal luka-luka yang sama. Jeongin dan Ryujin, sang iblis berparas malaikat-pun bersekutu bergandengan tangan. Keduanya sepakat dan memutuskan untuk bersama-sama menghancurkan para keparat yang telah menguras habis air mata mereka.
"Better be ready."
"For what?"
Jeongin (dan Ryujin, mengingat mereka berdua sedang berbagi tubuh sekarang) tersenyum culas. Kalau Hyunjin tidak salah lihat, ada secercah kilatan kebencian dibalik mata baik itu,
"To fucking face your downfalls."