Tangga Nada

Tangga Nada

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 13, 2022
Panji, seorang musisi hebat kelas dunia yang akhir-akhir ini sedang banyak diperbincangkan. Konon katanya, sosok Panji ini kerap membuat kaum wanita terpesona. Tidak tertinggal Aluna, yang ternyata telah mengenal Panji lebih dari dua windu. Padatnya jadwal Panji sekarang, membuatnya melupakan banyak sekali kenangan masa kecilnya. Termasuk Aluna yang dulu pernah menjadi partner pulang pergi sekolah maupun menikmati indahnya masa kecil. Aluna tidak masalah akan kondisi Panji sekarang. Toh selama Panji masih sehat dan terlihat senang, Aluna tak mengapa. Seperti Musisi dunia lain, setelah merilis album barunya yang bertajuk "Denting", Panji melakukan tour ke sejumlah kota di belahan bumi ini. Indonesia, salah satunya. Aluna yang mendengar itu senang bukan kepayang. Namun kejadian yang tidak sama sekali ada dalan skenario Aluna terjadi. Akankah Aluna tetap baik baik saja setelah ini?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALUNA
  • Sama tapi Berbeda [END]
  • KISAH ALUNA (Pre-order)
  • My Genius Secret Admirer
  • A Million Sense
  • ALANA
  • ALUNA [REVISI New Version] [TERBIT]
  • AILEEN & REGAN [TELAH TERBIT]
  • Antara Nada dan Lensa
  • Another Aluna
ALUNA

Cinta, kadang tak meminta untuk dimiliki. Ia hanya ingin ada, hidup, dan tumbuh, meski tak pernah berbalas. Aluna tahu betul bagaimana rasanya mencintai seseorang dalam diam. Ia tahu seberapa besar rasa itu tumbuh dalam hatinya-tulus, dalam, dan tak bersyarat. Ia mencintainya sepenuh hati, namun tak pernah sekalipun berharap untuk menggenggamnya. Sebab sejak awal, cinta itu ditakdirkan untuk tidak dimiliki. Dalam sunyi, Aluna menyimpan rasa itu. Ia tak pernah mengganggu langkahnya, tak pernah menuntut lebih dari sekadar bisa melihatnya bahagia. Dan saat takdir berkata laki-laki itu akan berjalan bersama orang lain, bukan dirinya, Aluna tidak menyalahkan semesta. Ia hanya menunduk, tersenyum pahit, lalu berdoa-semoga lelaki itu menemukan kebahagiaan yang paling layak, meski bukan bersamanya. Melalui musim-musim yang berganti, Aluna tumbuh bersama luka dan ketegaran. Ia belajar bahwa merelakan bukan berarti kalah. Ia percaya, cinta tak pernah sia-sia jika dijalani dengan hati yang ikhlas. Karena pada akhirnya, ia tetap bersyukur-bersyukur pernah mencintai dengan seutuhnya, meski hanya dalam diam, meski harus melepas tanpa pernah menggenggam. Aluna adalah cerita tentang ketulusan, pengorbanan, dan kekuatan doa. Sebuah kisah yang menegaskan bahwa cinta sejati tak selalu berujung pada kebersamaan, tapi bisa hidup abadi dalam doa yang diam-diam dipanjatkan setiap malam. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines