Being a Parent

Being a Parent

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 14, 2022
Kisah ini menceritakan kehidupan seorang gadis remaja yang kehidupannya berubah 360° dalam waktu satu hari. Gadis manja yang status hidupnya tiba-tiba saja berubah dari single menjadi little Mom's dalam waktu sekejap. Dia yang tadinya memiliki kebiasaan tak pulang jika tak perlu kini di haruskan berada dalam rumah 24 jam mengurus bayi mungilnya. Putri Rindu atau lebih akrab di sapa Rindu adalah gadis yang akan di ceritakan dalam kisah ini, sedikit cerita Rindu sudah menjadi anak yatim-piatu semenjak ia SMP dan selama ini ia tinggal bersama Abang Kandung satu-satunya dan juga kakak ipar nya. Sebuah kejadian tragis terjadi begitu saja, kedua kakaknya meninggal beberapa saat setelah kecelakaan lalulintas yang mereka alami. Abang Kandung satu-satunya yang ia miliki meninggal setelah sampai di rumah sakit dan sempat mendapat perawatan intensif, sementara kakak iparnya yang saat itu sedang mengandung 9 bulan meninggal beberapa saat setelah ia melahirkan dan menitipkan anaknya pada Rindu. Rindu tidak ikut serta dalam kejadian nahas itu, tapi dampak kecelakaan itu benar-benar ia rasakan dalam hidupnya, bagaimana tidak ia masih berusia 19 tahun, ia yatim-piatu dan sekarang Abang dan kakaknya juga pergi meninggalkan ia dan bayi mungil yang baru lahir. Menjadi orangtua bukan pilihan hidupnya, tapi takdir yang menetapkan status itu untuknya. Apakah Rindu bisa menjalani kehidupannya yang sekarang?, Apa dia akan kuat? Atau mungkin menyerah pada keadaan?. I don't know, hanya waktu yang bisa menjawab semua itu. "Aku belum siap tapi takdir memaksaku untuk siap, aku gak kuat tapi takdir memaksaku untuk kuat, hidupku hancur tapi kehidupan ini masih tetap berjalan. Takdir benar-benar menyakiti ku tapi aku tak bisa apa-apa, aku hanya berdoa semoga aku bisa kuat menjalani kehidupan yang kini kurasa tak berarti lagi" Coretan Rindu.
All Rights Reserved
#20
gala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear of Natasya
  • Time Loop
  • Narasi patah hati
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • Warisan Gandari
  • Rindu

"Aku tersenyum bukan karena bahagia, tapi karena aku tak ingin kalian melihat aku runtuh." - Natasya Kirana Maharani Natasya Kirana Maharani, seorang gadis 14 tahun yang tampak ceria di luar, menyimpan lautan luka di dalam dirinya. Ia hidup di antara ketiadaan kasih sayang keluarga, dikhianati oleh satu-satunya cinta yang ia percayai, dan terjebak dalam gelapnya lorong kesehatan mental yang terus menghantuinya. Meski dunia seperti runtuh, Natasya masih bisa tersenyum. Ia mendirikan komunitas kecil di sekolah bernama Langit yang Menangis Diam-Diam, tempat di mana anak-anak lain yang juga terluka bisa menuliskan isi hati mereka tanpa takut dihakimi. Komunitas itu menjadi suara bagi mereka yang sunyi, menjadi bahu bagi mereka yang diam-diam ingin menyerah. Namun, tidak semua orang menyukai kejujuran. Komunitas itu mendapat serangan, hujatan, bahkan dihancurkan. Sahabat menjauh, pacar memilih diam, dan luka-luka lama kembali terbuka. Natasya terus bertahan. Ia terus menulis. Terus meyakinkan orang lain bahwa mereka layak hidup, meski hatinya sendiri sudah lama remuk. Hingga pada suatu malam, ketika tak ada lagi pelukan yang cukup hangat, ketika suara-suara di kepalanya terlalu bising, dan ketika senyumnya tak lagi mampu menahan air mata... Natasya memutuskan untuk meninggalkan dunia yang tak pernah benar-benar menerima keberadaannya. Ia meninggalkan surat terakhir di ruang komunitas yang dulu ia bangun: "Aku lelah menjadi kuat. Tapi aku ingin kalian tahu: kalian layak hidup, bahkan saat aku memilih berhenti." ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines