A Reunion We Never Wanted

A Reunion We Never Wanted

  • WpView
    Reads 188
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 25, 2026
[ a woosan/sanwoo 's bxb fanfic] tujuh tahun lalu, san menghilang dari kehidupan wooyoung tanpa jejak, tanpa pesan, dan tanpa alasan. meninggalkan wooyoung dalam pusaran kebingungan dan luka yang menolak sembuh. kini, di sebuah acara reuni angkatan yang awalnya enggan ia datangi, wooyoung melihatnya lagi. san berdiri di sudut ruangan, memegang gelas, menatapnya dengan pandangan yang sama seperti tujuh tahun lalu. wooyoung memutuskan ini saatnya menuntut jawaban. mengapa san meninggalkannya? apa yang salah dengan hubungan mereka? san kembali masuk ke dalam kehidupan wooyoung. mereka mengobrol, berjalan berdua, dan bernostalgia. namun, san selalu menghindari pertanyaan tentang masa lalu, dan orang-orang di sekitar sooyoung mulai menatap wooyoung dengan sorot mata yang penuh rasa kasihan. saat kepingan memori wooyoung mulai berbenturan dengan realitas, ia harus menghadapi kenyataan paling mengerikan. kadang, otak menciptakan kebohongan yang indah untuk melindungi kita dari kebenaran yang menghancurkan. • dom sn •• bot wy ••• written in lowercase ©135407AJ, 2026.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Given || Ju Jihoon
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • Second
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • I Want to Live [END]
  • The King & The Doctor
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines