We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cintaku Kesandung Ustadz TPQ

Cintaku Kesandung Ustadz TPQ

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 5, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Pagi itu aku duduk sambil mengecas HP di samping kasur, menunduk sambil mengscroll layar mencoba mencari pemberitahuan, kali aja ada berita nyleneh di group Gedung asrama putri. " Coba cek HP ahh kali aja ada sesuatu", sambil membuka aplikasi whatsaap. Dan ternyata bener ada yang chat kalo aku harus ngajar anak TPQ (Taman Pendidikan Qur'an), kaget bukan main. Ini yang di idamkan sejak dulu karena aku suka ngajar gitu, aku tanya sama mba - mba nya, awalnya pura-pura nolak tapi akhirnya aku mulai tertarik dalam dunia mengajar. Dan ini adalah awal bagaimana hidupku dimulai di pondok pesantren yang aku ajah belum tahu apa pesantren dan gimana kehidupan disana, hingga ketukan satir (penutup) di seberang sana mengetuk hati kecil yang tak pernah tahu akan terisi oleh siapa. Holla teman-teman kali ini aku mencoba hal baru untuk diceritakan disini, entahlah pertama kali aku membuat sebuah cerita tentang pesantren dan belum tahu bagaimana kedepannya semoga kalian suka dan mohon dukungannya yah🤗🤗. salam manis, Zenzarss #DuniaPesantren#adaapadengansatir?#ketukanhatidarisatir.
All Rights Reserved
#90
ustadz
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Nama dalam Sujud
  • Ku Pilih Jalur Langit
  • Annam Al Abbiyan
  • Ta'aruf dalam Sunyi
  • cinta setelah pernikahan(ending)
  • || Takdir Dari Allah [REVISI]
  • the best choice
  • GUS KU ITU SUAMI KU {TAMAT}
  •  Perjuangan Seorang Santri(Masih Dalam Revisi)

PESAN 💌; SEBELUM MEMBACA, DIHARAPKAN FOLLOW AND VOTE TERLEBIH DAHULU ❗❗ Di balik tembok pondok yang sunyi dan penuh disiplin, dua hati mulai mengenal makna perasaan tanpa pernah saling menyentuh secara langsung. Haura Sakira-santri putri yang tenang, cerdas, cantik dan penuh prinsip. Muhammad Yusran Arief-santri putra yang santun, bersahaja, dan diam-diam mencatat setiap hal kecil yang berarti. Mereka bertemu lewat perlombaan antar pondok, saat kata-kata dalam tafsir membuka ruang baru dalam hati masing-masing. Tak ada janji, tak ada rayuan-hanya perasaan yang tumbuh dalam diam, dan doa-doa yang tak pernah disuarakan. Sampai akhirnya, setelah kelulusan dan masa pondok berakhir, takdir membawa mereka pada kejutan yang tidak pernah mereka sangka: perjodohan. Namun kisah ini bukan hanya tentang cinta. Ini tentang kesabaran, pencarian jati diri, perjuangan melawan keinginan, dan bagaimana satu nama bisa disimpan begitu dalam ... dalam sujud-sujud yang panjang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines