Jelaga Lara di Rumah Kabut

Jelaga Lara di Rumah Kabut

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 4, 2023
Kabut menemani kesunyian abadi seorang Ranu di sebuah rumah kayu di tengah telaga yang tenang. Kesunyian itu tidaklah senyap karena datangnya tamu silih berganti mencari jawaban di Rumah Kabut milik Ranu itu. Ratusan tahun dijalani Ranu sebagai "penunjuk jalan" arwah yang tersesat diantara hidup dan mati, hingga datanglah sesosok wanita yang muncul dari dalam Telaga Nestapa. Wanita tanpa nama yang tidak bisa kembali pulang ke dunianya. Tak ada satupun tamunya muncul dari dalam telaga itu. Tak ada satupun tamunya yang hilang ingatan, bahkan namanya sendiri tak ingat. Tak pernah ada tamu yang tidak muncul namanya di buku tamu Rumah Kabut. Jadi siapakah sesungguhnya wanita yang diberi nama Wening oleh Ranu ini? Meski saling mencurigai, Wening dan Ranu akhirnya bersama-sama mencari jawaban itu. Apalagi situasi di Telaga Nestapa berubah jadi aneh sejak kedatangan Wening. Sebuah perjalanan emosional menyibak tabir misteri Rumah Kabut yang akhirnya menguak masa lalu Ranu dan Wening. Siapkah Wening dan Ranu menghadapi takdirnya yang berkubang darah?
All Rights Reserved
#442
youngadult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Past Keeper : Maliaza Ambaraningdyah
  • 𝐇𝐞𝐥𝐥𝐨, 𝐰𝐞𝐥𝐜𝐨𝐦𝐞 𝐡𝐨𝐦𝐞
  • Obsesi My Brother | SELESAI
  • Lembah Arunika
  • Cyan Teal
  • In Another Life (Drarry)
  • Meet The Past
  • RAGU : THE SECRET STORY

NOTE// Cerita ini murni fiksi dan khayalan saya. Tidak bermaksud menyinggung kalangan manapun. Satu lukisan menarik perhatianku. Itu hanya lukisan hitam putih yang terlihat sangat tua berbingkai cokelat kayu, sederhana dengan seorang gadis yang mengenakan kebaya kuno duduk di sebuah batu besar. Gunung di belakangnya bahkan terlihat tunduk dengan keanggunan gadis itu. "Alia?" Meski mataku terbuka, aku tahu sebagian jiwaku masih ada di atas kasur. Lorong ini gelap dan aku mengantuk jadi pandanganku memudar. "Itu Lia?" Aku mengangkat tanganku menunjuk lukisan itu. Itu aku. Gadis di lukisan itu terlihat seperti aku. . Alia yang menghabiskan libur semesternya dengan pulang kampung dan menginap di Rumah Keluarga terlempar ke masa lalu ketika ia bangun dari tidurnya. Menghabiskan waktu dan hidup di dunia yang asing dengan tubuh yang bukan miliknnya. Bisakah Alia menjalani hidupnya? Bisakah Alia bertahan dari percobaan pembunuhan yang terjadi? Bisakah Alia kembali menemukan jalan pulang? Ataukah seseorang membuatnya tinggal?

More details
WpActionLinkContent Guidelines