Tasbih Dan Salib(END)

Tasbih Dan Salib(END)

  • WpView
    Leituras 21,083
  • WpVote
    Votos 1,543
  • WpPart
    Capítulos 36
WpMetadataReadConcluída qua, ago 28, 2024
WpInfo
Ficção
Romance
Blurb : Tidak semua perasaan hadir untuk diperjuangkan. Sebagian datang hanya untuk menguji seberapa kuat seseorang menjaga keyakinannya. ~Aisyah hidup dalam doa-doa yang ia yakini sebagai jalan pulang. Tasbih di tangannya bukan sekadar simbol, melainkan batas-antara apa yang boleh dicintai, dan apa yang harus dilepaskan.~ ~Aiden tumbuh dalam dunia yang berbeda. Salib yang ia genggam adalah pegangan terakhirnya, di tengah keluarga yang retak, kekuasaan yang kejam, dan rahasia yang tak bisa ia bagi pada sembarang orang.~ Di antara mereka, tumbuh rasa yang tak pernah diminta. Bukan karena cinta mereka lemah, melainkan karena iman berdiri di sisi yang tak bisa disatukan. Satu berdoa agar hatinya tetap taat. Satu berharap cintanya tidak menjadi kesalahan. Tasbih dan Salib adalah kisah tentang dua keyakinan yang berjalan sejajar namun tak pernah bersatu, tentang perasaan yang harus dikalahkan oleh iman, dan tentang cinta yang tetap indah-meski harus berakhir sebagai doa.
Todos os Direitos Reservados
#137
writingmarathon
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • You're Here, But Not For Me
  • Cinta Bertepuk Sebelah Tangan (COMPLETED {MASA REVISI})
  • Back To Change i'm aletha now ! #wattys2018
  • Secret Love Story "Unspeakable Love" (Complete)
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Assalamu'alaikum Kekasih Impianku [END]
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Belantara Jiwa (END)
  • Jeya✔️
  • One-sided Love(revisi)

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo