The Hypocrite World

The Hypocrite World

  • WpView
    OKUNANLAR 27
  • WpVote
    Oylar 4
  • WpPart
    Bölümler 1
WpMetadataReadYetişkinDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Sal, Şub 15, 2022
Mereka adalah manusia yang hanya menilai seseorang dari tampak luarnya. Tidak peduli apa hati kau hancur, atau kau menderita. Ketika kau memasang topeng angkuh maka mereka akan berkata kau manusia terburuk yang mereka kenal. Selayak apakah yang harus kau hidup di dunia ini? Topeng angkuh yang kau pasangkan itu akankah berkekalan sehingga melucutkan dirimu yang sebenar. Atau, kau malah harus memasang topeng angkuhmu sehingga akhir hayatmu? Dunia ini benar-benak hipokrik. Manusia bersikap seperti mereka paling tersakiti sedangkan mereka lah antara yang menyakiti hidup seseorang. Ketika kau bersikap hipokrik kau malah dibuang, dan disemadikan sebagai manusia terburuk yang mereka kenal. Ketika kau menjadi penurut, kau malah di pergunakan demi kepentingan mereka. Jadi, kehidupan seperti apakah yang seharunya kau hidup? - Celine
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Syal Merah
  • S E N A N D I K A
  • 🇮🇩ꦿwolf In Sheep's Clothing?࿐ [Countryhuman]
  • Behind The Smile
  • JIWA
  • Di Balik Nama Zella
  • Stairway To Heaven
  • Inside [ON REVISION/REWRITE]
  • Topeng
  • Renjana Niskala [slow up]

Lihatlah manusia.... makhluk berakal, katanya, tapi berakal hanya untuk merancang kehancuran dengan cara yang lebih efisien dari iblis manapun. Mereka lahir dengan tangan kosong, namun tumbuh dengan jemari yang tak pernah cukup menggenggam. Satu takhta tak cukup, satu negeri terlalu sempit, satu nyawa tak sebanding dengan harga ambisi. Mereka mencipta Tuhan dari kaca dan bayangan, lalu menjadikannya alasan untuk menyalakan api di rumah sesamanya. Lalu, ketika tubuh hangus terbakar, mereka berkata: "Ini takdir, ini suci." Padahal semua hanya siasat licik, untuk menjarah lebih banyak, menguasai lebih dalam. Di medan perang, tidak ada musuh sejati, hanya cermin-cermin retak yang saling menuduh bayangan masing-masing sebagai setan. Manusia menanam senyum di bibir diplomasi, sementara tangannya menandatangani pengiriman peluru ke tempat di mana anak-anak belajar menyebut "ayah". Dan ketika tanah itu retak oleh ledakan, dan langit pun tak sudi menurunkan hujan, mereka berkumpul di ruang rapat ber-AC, membahas damai yang bisa dijual dengan harga saham. Oh, manusia bukan makhluk sosial- mereka makhluk serigala yang diajari mengenakan jas. Mereka berdiri di atas kuburan sambil berkata: "Semua demi kemajuan." Apa makna "maju", jika harus melangkahi mayat? Apa artinya "kebebasan", jika harus dipaksa dengan moncong senjata? Mereka mencipta kata-kata indah- "perjuangan", "nasionalisme", "pengorbanan", tapi semuanya hanya selimut untuk menutupi nafsu kekuasaan yang menjijikkan. Sejatinya, manusia mencintai kehancuran- sebab di puing-puing itu, mereka bisa membangun kerajaan atas nama harapan, padahal fondasinya dari daging dan darah. Tak ada yang suci dalam perang. Tak ada yang heroik dalam membunuh. Yang ada hanyalah manusia- yang selalu lapar, selalu haus, selalu ingin menjadi Tuhan tanpa pernah bisa menjadi manusia,.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi