Story cover for The Hypocrite World by AmyNadira
The Hypocrite World
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Feb 13, 2022
Mature
Mereka adalah manusia yang hanya menilai seseorang dari tampak luarnya. Tidak peduli apa hati kau hancur, atau kau menderita. Ketika kau memasang topeng angkuh maka mereka akan berkata kau manusia terburuk yang mereka kenal.

Selayak apakah yang harus kau hidup di dunia ini? Topeng angkuh yang kau pasangkan itu akankah berkekalan sehingga melucutkan dirimu yang sebenar. Atau, kau malah harus memasang topeng angkuhmu sehingga akhir hayatmu?

Dunia ini benar-benak hipokrik. Manusia bersikap seperti mereka paling tersakiti sedangkan mereka lah antara yang menyakiti hidup seseorang. Ketika kau bersikap hipokrik kau malah dibuang, dan disemadikan sebagai manusia terburuk yang mereka kenal. 

Ketika kau menjadi penurut, kau malah di pergunakan demi kepentingan mereka. Jadi, kehidupan seperti apakah yang seharunya kau hidup?

- Celine
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add The Hypocrite World to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Syal Merah by FabianBadaiAntashena
5 parts Ongoing
Lihatlah manusia.... makhluk berakal, katanya, tapi berakal hanya untuk merancang kehancuran dengan cara yang lebih efisien dari iblis manapun. Mereka lahir dengan tangan kosong, namun tumbuh dengan jemari yang tak pernah cukup menggenggam. Satu takhta tak cukup, satu negeri terlalu sempit, satu nyawa tak sebanding dengan harga ambisi. Mereka mencipta Tuhan dari kaca dan bayangan, lalu menjadikannya alasan untuk menyalakan api di rumah sesamanya. Lalu, ketika tubuh hangus terbakar, mereka berkata: "Ini takdir, ini suci." Padahal semua hanya siasat licik, untuk menjarah lebih banyak, menguasai lebih dalam. Di medan perang, tidak ada musuh sejati, hanya cermin-cermin retak yang saling menuduh bayangan masing-masing sebagai setan. Manusia menanam senyum di bibir diplomasi, sementara tangannya menandatangani pengiriman peluru ke tempat di mana anak-anak belajar menyebut "ayah". Dan ketika tanah itu retak oleh ledakan, dan langit pun tak sudi menurunkan hujan, mereka berkumpul di ruang rapat ber-AC, membahas damai yang bisa dijual dengan harga saham. Oh, manusia bukan makhluk sosial- mereka makhluk serigala yang diajari mengenakan jas. Mereka berdiri di atas kuburan sambil berkata: "Semua demi kemajuan." Apa makna "maju", jika harus melangkahi mayat? Apa artinya "kebebasan", jika harus dipaksa dengan moncong senjata? Mereka mencipta kata-kata indah- "perjuangan", "nasionalisme", "pengorbanan", tapi semuanya hanya selimut untuk menutupi nafsu kekuasaan yang menjijikkan. Sejatinya, manusia mencintai kehancuran- sebab di puing-puing itu, mereka bisa membangun kerajaan atas nama harapan, padahal fondasinya dari daging dan darah. Tak ada yang suci dalam perang. Tak ada yang heroik dalam membunuh. Yang ada hanyalah manusia- yang selalu lapar, selalu haus, selalu ingin menjadi Tuhan tanpa pernah bisa menjadi manusia,.
You may also like
Slide 1 of 10
Tragedi 23725 cover
Behind The Smile cover
JIWA cover
Inside [ON REVISION/REWRITE] cover
Kacamata Dimensi cover
Stairway To Heaven cover
Syal Merah cover
Imperfect Me cover
pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author) cover
Topeng cover

Tragedi 23725

7 parts Ongoing

jika ada pertanyaan, mana yang lebih mengerikan dari hewan yang bersikap seperti manusia atau manusia yang seperti hewan? maka jawabannya adalah manusia yang bersikap seperti hewan. hewan yang bersikap seperti manusia adalah keajaiban tapi manusia yang bersikap seperti hewan adalah kengerian. kamu tau kenapa? karena manusia yang bersikap seperti hewan berarti kehilangan akalnya, dia ganas tak terkendali, dia beringas menggerogoti dan menjijikan tak punya hati. " aku terlahir untuk hidup, bukan untuk binasa tak berbentuk" " hidup?mati?hidup?mati? dor! waktunya habis"