Leora
  • WpView
    Membaca 123
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadLengkap Sel, Okt 21, 2025
Dunia menulis tentang cahaya, namun melupakan bayangan yang menanggung bebannya. Ia bangkit dari waktu yang retak, membawa kebenaran yang tak pernah diizinkan untuk diucapkan. Di antara halaman yang terbakar, ia memilih menjadi kisah yang tak dapat dihapus.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#111
academy
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua
  • Evanescent
  • mylize magic
  • PRINCESS ELARA [END]
  • Shadows of the Main Story
  • REBIRTH : Strenght and Soul (END)
  • The Miracle Of Crystals
  • LITTLE GIRL
  • AKADEMIA ARKANUM
  • hay mantan !!

Varie melangkah ragu menuju aula utama. Matanya menyapu deretan kursi bertingkat yang tak terhitung jumlahnya. Mungkin ada ribuan, atau lebih. Belum pernah ia melihat aula sebesar ini. Jantungnya berdebar, antara gugup dan kagum. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Pandangannya menyapu ruangan dan terhenti pada sepasang mata biru yang begitu familiar. Pemuda itu, Kael. Sosok yang kini lebih dewasa, namun tetap dengan tatapan tajam yang tak pernah berubah. Varie menahan napas, matanya sejenak membeku. Tidak mungkin, Ini bukan kebetulan, kan? Tentu saja itu Kael, meskipun dia tampak jauh berbeda dari yang ia ingat. Kael melangkah pelan ke arahnya. Langkah-langkahnya tenang, terukur. Bukan terburu-buru, tapi juga tidak ragu. Seolah jarak di antara mereka memang tinggal menunggu waktu untuk dijembatani. Kael berhenti tepat di hadapan Varie. Beberapa detik hanya diisi keheningan. Sorot matanya tetap tajam, tapi dalamnya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan, rindu yang ditahan terlalu lama. "Varie." Suaranya pelan. Varie mengerjap pelan. "Kael" ujarnya, lebih kepada dirinya sendiri. Tubuhnya seolah butuh waktu untuk menerima kenyataan itu. Tatapan mereka bertemu. ----- Di antara konspirasi kekuasaan, sihir pemusnah, dan kebenaran yang terlupakan, mereka dihadapkan pada pilihan: Mengikuti jalan yang ditentukan atau Membentuk takdir baru bersama. Darah dan mesin. Jiwa dan sistem. Saat keduanya bersinggungan, dunia tak akan lagi sama.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan