Hua Jai Sila

Hua Jai Sila

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 21, 2022
Bercerita tentang kisah Tor, seorang anak dari perkawinan di luar nikah dengan seorang pria kaya bernama Songkak. Setelah Ibunya meninggal, Tor kini tinggal bersama Ayah dan keluar Ayahnya. Disana, Tor mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari Ibu tiri dan saudara tirinya. Hal serupa juga dialami oleh Mingta yang juga sedang menderita karena kejahatan Ibu dan saudara perempuannya. Hingga suatu malam, Tor dikejar oleh ibu tirinya dan menyebabkan dirinya melompat ke sungai. Kejadian tersebut membuat Tor dianggap telah meninggal, walaupun sebenarnya dirinya masih selamat. Akhirnya diselamatkan oleh seorang pelacur bernama Pensuda atau Mam. Tor menjalani kehidupan baru sebagai Sila. Ia memiliki dendam kepada ibu tirinya atas penyiksaan yang diterimanya selama ini. Tor berniat akan membalas dendam kepada ibu tiri dan saudara tirinya. Tujuan Sila yakni membalas orang-orang yang telah menyakiti anak-anak. Namun,ditengah rencana balas dendamnya, Sila bertemu dengan Mingta. Mingta menyadari bahwa Sila adalah Tor ketika melihat cincin yang ia kenakan dalam kalung di lehernya. Akan tetapi, Sila menyangkalnya dan mengatakan bahwa dirinya bukan Tor. Hal tersebut ia lakukan untuk melancarkan aksi balas dendam pada ibu tirinya.
All Rights Reserved
#31
sila
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Siluman ular itu mengubah hidupku
  • Strawberry & CIGARETTES
  • Sang Panglima (Tamat)
  • Nyonya Rumah. (Tamat)
  • Jingga's Life
  • Kamulah Takdirku

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines