Z.E.A
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 27, 2022
"nunggu bukan berarti egak lelah" "pergi dengan baik baik maka datang lah kembali dengan baik pula" kisah tentang seorang cewek tangguh yang di tinggal pergi oleh lelaki yang dicintainya. "zea aku mau pamit pergi, tungguin aku balik, apa kamu benci aku zea ?. " kata sang pujaan hati "aku gak bakal benci kamu, aku juga bakal tunggu kamu tapi satu hal yang perlu kamu tau aku nunggu kamu gak sendiri, izinin aku buat nunggu kamu sama laki laki lain, sampai saat kamu datang aku akn ngelepas semuanya dan sama kamu selamanya." kata telak dari zea "aku izinin ze, tapi saat aku kembali nanti jangan harap kamu bisa dekat laki laki lain selain aku ,atau kamu aku kurung sekalian, ingat janji aku ze." balas sang pujaan hati Akan kah zea sanggup menunggu sang pujaan hati nya kembali bersamaanya "silahkan kepoin cerita aku maaf kalo bnyak kekurangan"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Saat Hati Tak Lagi Menunggu
  • [1] Tukang Mokel | Ondah Family
  • Kamu Milikku
  • HANYA INGIN KAMU
  • Always Waiting For You
  • Perfection of life (GRESHAN)
  • mama tiri [end]
  • LOVE AND REVENGE (Missing Piece) - VERSI I
  • KITA DAN SEMESTA

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines