Alice in Sadha-Land

Alice in Sadha-Land

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 19, 2022
"Gue benci sama lo, kak. Dan bakal terus benci!" "Dek, gue juga ngga mau ada di posisi ini, tolong ngertiin gue." Tangan gadis itu meraih pergelangan sang adik, namun ditepis dengan cepat. "Gimana sama lo? Pernah lo ngertiin posisi gue? Nggak kan hah?! Jangan panggil gue adek. Gue anggep kakak gue udah mati!" "Gue sayang sama lo." Lirihnya sembari melihat punggung adiknya menjauh.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • Dongsaeng (✅)
  • Langitnya Ilham ✔ [end, Tahap Revisi.]
  • ADIOS [END]
  • struggle ||| NoMin [END]
  • Go Home || NCT dream [SUDAH TERBIT]
  • mommy《jaeyong》END
  • KARAFERNELIA
  • Don't Leave Me

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Naraka tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Naraka tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Naraka menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Naraka di hidup mereka. Karena Naraka cacat. Penuh cela. Naraka dibenci. Naraka disiksa. Naraka ditinggal. Naraka tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Naraka bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines