Takut Mencintai

Takut Mencintai

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 5, 2022
• Anisa Rahma (19) gadis yatim piatu yang tinggal di panti asuhan di kota Bandung. Ia menerima perjodohan dari keluarga Pratama , karena pak Hartono lah yang membayar hutang panti tersebut. • Agra Putra Pratama (27) anak tunggal dari keluarga Pratama , sekaligus menjadi pewaris dari Pratama Group , terpaksa menerima perjodohan dari orang tuanya. Setelah pernikahan berlangsung ia malah menorehkan luka hati pada istrinya itu. Akankah Agra bisa menerima kehadiran istri yang tidak pernah ia inginkan itu , dan mampukah Nisa bertahan hidup se atap dengan suami yang memperlakukannya bahkan lebih rendah dari sang pembantu?
All Rights Reserved
#769
perasaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • RAFKA || MY COOL HUSBAND (END)
  • Liku Rasa
  • Takdir Cinta Perawan Tua
  • Suamiku Berkursi Roda {Tamat}
  • Adeeva dan Arga
  • 𝗜𝗺𝗽𝗿𝗼𝗽𝗲𝗿 𝗠𝗮𝗿𝗿𝗶𝗮𝗴𝗲
  • I'M NOT PELAKOR
  • Serpihan Cinta Dalam Harapan

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines