Incurable Disease (End)

Incurable Disease (End)

  • WpView
    LECTURAS 22,744
  • WpVote
    Votos 1,947
  • WpPart
    Partes 68
WpMetadataReadConcluida lun, sep 1, 2025
Scorpius telah diultimatum sang ibu, agar tidak berurusan dengan Rose Weasley. Apalagi sampai menjalin hubungan tertentu. Tanpa tahu latar belakang, larangan tersebut, Scorpius mengiyakan. Rose Weasley. Gadis kecil berambut merah mengembang berantakan. Wajah mungil dengan bintik-bintik di sekitar hidung. Well, secara fisik dia cukup manis. Punya rasa percaya diri tinggi, keinginantahuan yang kuat. Bangga dengan segala apa yang sudah ia ketahui dan kuasai. Terdengar menyebalkan bagi Scorpius. Karena itu ia pun punya kepercayaan diri untuk tidak terlibat dengan gadis itu. Di sisi lain, larangan yang sama berlaku untuk Rose. Dari sang ayah. Ron Weasley. "Jauhi Scorpius Malfoy". Rose melakukannya. Tentu. Bocah sombong, manja, sok bossy. Siapa juga yang mau mendekatinya. Sayangnya, semakin tahun kedua insan itu semakin bersinar. Dan sinar itu bagai dua kutub l yang menuntut untuk bertemu. Apakah mereka masih bisa mematuhi ultimatum yang selalu berdenging, seolah alarm tanda bahaya?
Todos los derechos reservados
#45
scorpiusmalfoy
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Labyrinth Of Unbreakable Vow
  • A Life || D.malfoy
  • 【BL】 The Illusion that One Can Get Things Right ∥ Harco ∥ Ao3
  • BE MY WIFE ✔️( Revisi )
  • 𝑻𝒊𝒍𝒍 𝑰 𝑭𝒊𝒏𝒅 𝑴𝒚 𝑾𝒂𝒚 | 𝐅𝐭. 𝐃𝐑𝐀𝐌𝐈𝐎𝐍𝐄
  • Eyes of a Malfoy | Draco Malfoy
  • Secret Love [DRAMIONE]
  • My Enemy is My Love
  • A Deal With Malfoy [Scorose]

Katherine Dalton yang temperamental bertemu dengan Draco Malfoy yang angkuh. Tak pernah ada kata damai di antara mereka. Dua siswa Slytherin ini tampaknya tak sanggup menahan bara emosi yang terus membakar. Draco, dengan segala arogansinya, kerap melontarkan provokasi, sementara Katherine-layaknya kobaran api yang tak pernah padam-selalu membalas dengan ledakan amarah yang menggelegar. Namun, di tahun keenam mereka di Hogwarts, halaman depan Daily Prophet meledak dengan berita panas yang menggelegar-seperti suara Rita Skeeter berteriak di telingamu tanpa jeda. Si pirang menyebalkan itu kembali memuaskan dahaganya akan sensasi, kali ini dengan tajuk utama yang nyaris membuat seluruh dunia sihir membeku: "PENYATUAN DUA KELUARGA DARAH MURNI: IKATAN BARU DRACO MALFOY DAN KATHERINE DALTON." Tajuk itu cukup untuk membuat Katherine mendesis tajam penuh amarah. "Demi janggut Merlin, akan kutinju wajah panjangnya!" geram nya, membanting Daily Prophet ke meja dengan kekuatan penuh tepat di hadapan Ron Weasley-yang hanya bisa terbatuk gugup dan mundur beberapa inci. Dengan napas memburu, Katherine bergegas menuju pintu Aula Besar, menendangnya hingga terbuka lebar, menciptakan keheningan yang mendadak dan mencekam. Semua mata menoleh-tentu saja mereka tahu kabar apa yang tengah menggemparkan Hogwarts pagi itu. Namun Malfoy muda duduk tenang, seolah seluruh dunia di sekelilingnya tak berarti apa-apa. Ekspresinya hampa. Hampa seperti tubuh tanpa jiwa. Theodore Nott melirik tajam, mencoba membaca wajah Malfoy. Ia ingin tahu-apakah Draco benar-benar telah mendengar kabar ini? "Katie mungkin benar-benar akan menghancurkan wajah Rita Skeeter," gumam Zabini dengan nada geli, menyeringai tipis. Parkinson di sisinya hanya mengangguk pelan, sependapat. Sebuah perang bisa saja pecah-tak ada yang tahu pasti. Tapi satu hal yang jelas: Katherine Dalton tidak akan diam saja membiarkan perjodohan ini terjadi begitu saja. ⚠️ Draco Malfoy fanfiction

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido