Kawan Hidup (On Going)

Kawan Hidup (On Going)

  • WpView
    Leituras 11
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, fev 15, 2022
WpInfo
Ficção
Romance
Aurelie Dafera Tianti Setelah hati telah membeku ditinggal kekasih, karena memulihkan hati tidak semudah itu ternyata. Apa jadinya jika aku yang menjomblo 3 tahun ini akhirnya dijodohkan dengan keluarga tanteku? Dan jodohnya pun tak disangka-sangka... Seorang Aldi Zaino Fahsya Kepikiran pun tidak pernah bahkan untuk menjalin hubungan. Ternyata benar sejauh kau berlayar akan berlabuh pada yang dekat, Jadi apakah aku akan berlabuh selamanya atau hanya singgah? Apakah pernikahan ini akan bahagia, atau hanya sebatas pelarian? Kawan Hidup | StayBloom
Todos os Direitos Reservados
#303
kasihsayang
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Prenuptial Agreement
  • Anugerah Terindah (SUDAH TERBIT)
  • K H A L I Z A || Complete
  • MUSHKIL PYAAR [Completed]
  • Hello, My Destiny [COMPLETED]
  • Perjodohan [END] ✔
  • Tiba-Tiba Nikah
  • Baby of My Enemy [END ]

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo