We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Break Up, Please!

Break Up, Please!

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 26, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Aku menatap sinis cowok tampan disampingku yang dari tadi tersenyum bahagia dan tak melepaskan genggam tangannya di tanganku. Aku bahkan bertanya-tanya apa yang membuatnya begitu bahagia. Ah, apa karena dia sudah bertemu Ashana dan jatuh cinta pada pandangan pertama? Kalau benar, bukankan itu bagus? Tidak, itu adalah kabar yang menggembirakan. Ehem, aku harus mengontrol ekspresiku. Tidak boleh terlihat bahagia karena ini kesempatanku. "Lian, aku ingin kita putus!" Aku mendengar cowok tampan itu yang tidak lain adalah Lian, menghela napas mendengar perkataanku barusan. "Apa kau tidak bosan mengatakan itu, Sia? Ini sudah ke 263 kali kau mengucapkan itu." "Seharusnya aku yang mengatakan itu! Apa kau tidak muak mendengar aku mengatakan itu?" "Tentu saja tidak. Karena aku tidak pernah menganggap serius perkataanmu itu." Dia tersenyum manis dan aku sudah terbakar oleh amarah. Ingin sekali ku buang dia ke kandang buaya. Gara-gara dia hidupku tidak pernah merasakan ketenangan. Aku muak. Tiba-tiba dia menatapku dengan lembut dan raut wajah bahagia. Dan aku mengangkat alisku heran. "Asia, aku sudah bilang ke orang tua kita kalau kita akan menikah setelah kau lulus. Dan mereka menyetujuinya." "APA??" Sejak kapan dia melamarku? Ini bencana!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silent, Please! (Re-up)
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • Head Over Heels | New Version
  • False Hopes
  • The Kidnapper
  • Cinta Berbentuk Persegi [END]
  • Second Life: Breytast Awan! [END]
  • SAD WIND [completed]
  • ALEAGAS [END]

Ada nggak sih manusia bumi yang hidupnya monoton banget nggak ada cabang-cabangnya kayak aku? Setiap hari cuma jalani hidup seadanya. Nggak ada perlawanan, udah kayak hidup nggak mau tapi mati aja segan. Selalu nurutin perintah orang tua, disuruh ini itu nurut. Bahkan di suruh nikah sama orang yang nggak dikenal pun tanpa sungkan langsung ngangguk. Nggak nolak atau apa pun itu? Kayaknya cuma aku deh manusia bumi yang pantas banget dikasih penghargaan sebagai manusia terbaik. Di lamar sama orang asing--yang konon katanya temen paud langsung ngangguk aja nggak banyak protes. Cuma bisa berserah diri sama Tuhan semoga dibukakan jalan mudah selebar-lebarnya. ><>< "Calla, saya izin bawa kamu ke apartemen boleh?" "Ada cewek lain nggak, Mas? Saya ini tipikal cewek baik-baik yang memusuhi buaya!" "Tenang saja. Kamu cewek pertama yang saya bawa ke sana! Nanti malam jangan lupa, malam pertama kita!" "........" "Boleh kabur nggak sih?" "Nggak boleh, kamu sudah saya bawa masuk ke dalam hidupnya seorang Aditya Arsenio. Saya jamin kamu akan bahagia!" "Eitss, jangan lupa headset bluetooth saya di kembalikan. Nanti saya belikan yang baru, khusus buat kamu, istri saya!" Yuk, baca keseruan kehidupan Calla Heelwa dan Aditya Arsenio. Langsung ke prolog, ya? Jangan lupa dukungannya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines