Story cover for Break Up, Please! by KidCandy616
Break Up, Please!
  • WpView
    LECTURES 18
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 18
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 1
En cours d'écriture, Publié initialement févr. 15, 2022
Contenu pour adultes
Aku menatap sinis cowok tampan disampingku yang dari tadi tersenyum bahagia dan tak melepaskan genggam tangannya di tanganku. Aku bahkan bertanya-tanya apa yang membuatnya begitu bahagia. Ah, apa karena dia sudah bertemu Ashana dan jatuh cinta pada pandangan pertama? Kalau benar, bukankan itu bagus? Tidak, itu adalah kabar yang menggembirakan. Ehem, aku harus mengontrol ekspresiku. Tidak boleh terlihat bahagia karena ini kesempatanku.

"Lian, aku ingin kita putus!" 

Aku mendengar cowok tampan itu yang tidak lain adalah Lian, menghela napas mendengar perkataanku barusan. 

"Apa kau tidak bosan mengatakan itu, Sia? Ini sudah ke 263 kali kau mengucapkan itu."

"Seharusnya aku yang mengatakan itu! Apa kau tidak muak mendengar aku mengatakan itu?"

"Tentu saja tidak. Karena aku tidak pernah menganggap serius perkataanmu itu." 

Dia tersenyum manis dan aku sudah terbakar oleh amarah. Ingin sekali ku buang dia ke kandang buaya. Gara-gara dia hidupku tidak pernah merasakan ketenangan. Aku muak.

Tiba-tiba dia menatapku dengan lembut dan raut wajah bahagia. Dan aku mengangkat alisku heran.

"Asia, aku sudah bilang ke orang tua kita kalau kita akan menikah setelah kau lulus. Dan mereka menyetujuinya."

"APA??"

Sejak kapan dia melamarku? Ini bencana!
Tous Droits Réservés
Table des matières

1 chapitre

Inscrivez-vous pour ajouter Break Up, Please! à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
FRAGMENT (From ALTERITY), écrit par GreenGoblinShake666
15 chapitres En cours d'écriture Contenu pour adultes
"Dalam dunia yang tampak nyata, ia hanya bayangan yang menunggu dipecahkan." Di balik tirai dunia yang tampak biasa, tersembunyi kehidupan seorang remaja yang tak pernah benar-benar menjadi miliknya sendiri. Ia tumbuh dalam pusaran rahasia, dibentuk oleh intrik dan kepalsuan yang menjalar dari akar keluarganya. Langkah-langkahnya diawasi. Suaranya dibungkam oleh kewajiban. Jiwanya? Terbelah... antara hitam dan putih yang tak pernah ia pilih. Ia hidup-bukan karena ingin, tapi karena satu kata: peduli. 🕯️ "Kadang, bertahan hidup adalah bentuk lain dari menyerah yang disamarkan." Namun segalanya mulai retak saat ia bertemu seseorang. Bukan pahlawan. Bukan penyelamat. Hanya satu jiwa lain... yang perlahan mengajaknya bernapas sebagai dirinya sendiri. Dinding-dinding yang selama ini membelenggu, mulai pecah. Tawa. Tangis. Cinta. Hadir seperti pecahan kaca-indah, menyakitkan, menyilaukan. Tapi dunia tak pernah sesederhana itu. Apa arti kehidupan, bila dibangun di atas kebohongan? Apa makna cinta, jika tumbuh dari tanah yang tak jujur? Saat rahasia mulai menampakkan wajahnya, dan kepercayaan berguguran satu per satu, ia harus memilih: 🔻 Melanjutkan fragmen kehidupan yang mulai ia cintai... 🔺 atau menelusuri puing-puing masa lalu yang bisa menghancurkan semuanya. "Sebab kadang, untuk menemukan cahaya, kita harus berani menghadap bayangan kita sendiri."
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
VINDEYLI cover
Silent, Please! (Re-up) cover
False Hopes cover
FRAGMENT (From ALTERITY) cover
ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\ cover
Cinta Berbentuk Persegi [END] cover
Important Figuran (END) cover
ALEAGAS [END] cover
ARSEN [TAMAT] cover
MAHESA cover

VINDEYLI

14 chapitres Terminé

"K0nt0l lo" Karena kesal gadis itu keceplosan dan mengeluarkan kata kasar itu. Dia menatap Vinder takut takut. "Mau gue jahit mulut lo?" Nyali gadis itu ciut melihat Vinder yang menatapnya tajam. "Cewek ngomong kasar lo kira keren?" Gadis itu hanya diam. Kesal. Kata itu menggambarkan hati gadis yang sedang bersama Vinder saat ini. Dia ingin dibujuk. Dia ingin agar Vinder membujuknya dan memperhatikannya. "Mau ikut ekskul" cicitnya. "Dari tadi ekskul mulu. Yang laen aja nanti gue bolehin" "Yaudah mau balapan" jawab gadis itu antusias. "Gue patahin kaki lo, mau?" "Ihh, katanya dibolehin gimana sih" "Yaudah silahkan, jangan salahin gue kalo gue cepuin ke papi lo ya sayang" ucap Vinder. _______ "Gue udah pasrah, terserah mereka mau ngomong apa tentang gue, gue udah biasa kok disalahin terus sama mereka. Gue mau nyerah, mau gue jelasin gimana pun ke mereka tetap aja mereka ngga bakal percaya" ucap gadis itu mulai menangis. "Lo ngga boleh nyerah, kita cari sama-sama ya jalan keluarnya?, lo ngga boleh biarin mereka nyalahin lo terus lo- "Tapi ini emang salah gue hiks, gue yang udah bikin dia trauma hiks. Ini salah gue, hiks ini emang salah gu- Cowok itu berteriak, "INI BUKAN SALAH LO!, ini bukan salah lo sayang" ucapnya sambil mengelus kepala gadis itu. "Lo ngga boleh nyerah, inget sama tujuan kita semua. Kita semua sayang sama lo" Ingatlah, masalah dan cobaan yang datang itulah yang menjadikanmu kuat.