Bukan Remaja Liar

Bukan Remaja Liar

  • WpView
    Reads 119
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 14, 2022
"Dia target bokap gua! Dia buronan!" "Ya terus kenapa? Terlepas dari pekerjaan dia sebagai pengedar, dia orangnya baik, asik lagi. Lagian gua temenan sama dia buat nambah relasi aja kok.." "Lu jangan menutup mata buat liat konsekuensi apa yang bakal lu dapet kalo berteman ama dia, lah!" "Gua tau, lagian gua bukan pengguna! Kalian gak usah larang-larang gua buat temenan ama orang gini lah, apaan sih?!" - Tentang tiga sekawan yang harus selalu mengingatkan satu sama lain ketika salah satu dari mereka akan melakukan hal negatif. Solidaritas dan pergaulan. Dua hal yang tidak bisa jauh-jauh dari kehidupan setiap orang. Setiap orang pasti pernah merasakan kebingungan, ketika harus memilih solidaritas kepada teman-temannya atau menyelamatkan dirinya dari pergaulan bebas. Silahkan tambahkan cerita ini di perpustakaan kalian, selamat membaca, semoga kalian suka! ♡'・ᴗ・'♡ Ambil yang baik, buang yang buruk. Kita sama-sama belajar dan mengingatkan, ya! Ily..
All Rights Reserved
#998
anaksekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • CLAUSTRUM || End✓
  • ADRIEL
  • [ BL ] Aku adalah Anak yang Malang. [Berhenti]
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓
  • Rion dan Baskala  ||  [RIKU.SAKUYA]
  • gua abang lo bukan ade lo
  • KAIREL [END]

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines