Cerita Pendek Kita

Cerita Pendek Kita

  • WpView
    GELESEN 267
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 8
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mo., Apr. 21, 2025
Cerita dengan dibumbuhi realita kehidupan yang ada di Dunia. Impian akan Keindahan dan kehidupan makmur yang dipunyai seakan bisa menjadi cerita kehidupan yang mungkin bisa sedikit menginspirasi pembaca. Termasuk Saya, Kamu, dan Kalian. Terima kasih menjadi bagian dari cerita ini.
Alle Rechte vorbehalten
#34
hewan
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Happy Ending
  • C
  • Ours (One Shot Story)✔
  • NOCEUR: LIGHTS
  • Narasi patah hati
  • Cerita Daun dan Bumi
  • Deary Depresiku [[ END ]]
  • Sesakit Inikah? [TERBIT]

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien