A Big Mistake

A Big Mistake

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 16, 2022
Ketika sebuah kesalahan, meminta pertanggungjawaban. Ara yang masih duduk di bangku SMA berusaha menjadi ibu terbaik untuk buah hati yang tidak sengaja hadir dalam rahimnya. "Dasar brengsek!" Dia melempar puluhan benda kecil berbentuk pipih ke arah Dipta. Cowok yang pernah tidur dengan Ara pun membungkuk, mengambil salah satu benda pipih itu. Seketika wajahnya memucat, ia menelan kasar salivanya saat melihat dua garis merah pada alat tes kehamilan tersebut. Sedetik kemudian, dia menatap Ara penuh tanya. "Lo, hamil?" tanyanya, parau. "Iya lah! Lo brengsek banget, sih?" Ara mendekat demi meluapkan emosi. Memukuli dada bidangnya. Meremat bajunya yang basah setelah hujan-hujanan untuk menemui gadis itu. Bagaimana kehidupan sekolah mereka berdua setelah kejadian ini?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Retrouvailles
  • Lesmana
  • Promise (OPEN PO) ✅
  • Teen Unplanned Pregnancy
  • Sincere (Nara)
  • I'm Sorry [Terbit E-book]
  • Tightrope [Completed]
  • SOLITUDES
  • Wedding Romance [RE-PUBLISH]
  • KIARILHAM【END】

Samuel menyimpan terlalu banyak luka. Papanya berselingkuh. Mamanya memilih mengakhiri hidup. Saat dewasa, ia dipaksa tunduk pada tuntutan dan perjodohan yang tak pernah ia inginkan. Lalu datang Lyodra. Siswi baru yang diam-diam menyimpan satu fakta paling menyakitkan dalam hidup Samuel: dia adalah anak dari perempuan yang menghancurkan keluarganya. Dan dari situlah semuanya dimulai-kekacauan, luka-luka lama yang terbuka lagi, hingga pilihan-pilihan pahit yang harus diambil. Dendam membuat Samuel mendekat. Tapi rasa bersalah justru tumbuh bersamaan dengan rasa lain yang tak ia pahami. Semuanya semakin rumit saat Lyodra menunjukkan dua garis merah di testpack miliknya. "Lo hamil, kan?" tanya Samuel. Lyodra tak sanggup menjawab, hanya menatap nanar testpack di pangkuannya-benda yang seharusnya sudah ia buang sejak dulu. Tapi hasilnya tetap sama. Masih ada kehidupan kecil di dalam dirinya. "Gugurin," ucap Samuel dingin. "Gue punya kenalan dokter. Besok sepulang sekolah kita ke sana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines