SAYAP PEDANG

SAYAP PEDANG

  • WpView
    GELESEN 46
  • WpVote
    Stimmen 6
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Feb. 17, 2022
Aurelie, manusia cupu berkacamata tebal pengidola buku yang selalu di bully. Namun di suatu sore mendapat sebuah kekuatan aneh seperti pelatih taekwondo ber sabuk hitam yang sangat mahir bela diri. Bullyan yang mulanya hanya sekedar dilawan dengan kebisuan, berubah dengan pemberontakan. Aurelie tak lagi kutu buku. Sikap dan penampilannya berubah, begitupun kehidupannya.Lambat laun Aurelie ingin segera tau dari mana kemampuan bela dirinya itu berasal, layaknya dia yang sangat penasaran dengan letak makam sang ayah. Bersama komplotannya yang di juluki "SAYAP PEDANG" Aurelie mencari jawaban. JANGAN BACA SAMPAI SINI DOANG. YANG LIAT SINOPSIS TAPI NGGA BACA SAYA DOAIN DAPET INDOMIE YANG BUMBUNYA KERAS!!
Alle Rechte vorbehalten
#165
teror
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Kotak Pandora
  • Lingering Sadness
  • THE MYSTERIOUS CAT
  • Girl In Novel
  • Good Girl or Naughty Girl (END) 🍁
  • The Girl Who Became A Monster[TERBIT]
  • BACK [TERBIT]

KOTAK PANDORA Blurb: Kehidupan Iris berubah 180 derajat setelah tragedi kecelakaan yang merenggut nyawa Ireina, Ibunya. Dimulai dari Ayah Iris, Adam, yang menjadi pendiam dan tidak peduli dengan putrinya, sampai sosok wanita bergaun hitam yang terus mengikuti ke mana pun Iris pergi. Di sekolah barunya, Iris bertemu dengan Erik yang ternyata bisa melihat hal-hal yang tidak kasat mata. Membawanya pada jawaban akan teror-teror yang mereka alami, berujung ditemukannya kotak hitam di rumah kakek Iris, Kotak Pandora. Keadaan semakin kacau saat Iris tiba-tiba menghilang dan Erik berusaha menyelamatkannya. Mereka dihadapkan pada rahasia masa lalu, yang mempertemukan mereka pada sebuah rasa. Juga fakta, kematian memang selalu mengejar di belakang. *** Penulis: Ramlan Abdymar

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien