MONOKROM✓

MONOKROM✓

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 12, 2023
12 tahun berlalu nyatanya tak lantas membuat Aksa dengan mudah mengikhlaskan kepergian Mama. Sesekali pemuda itu menangis di tengah malam berhujan. Dulu mungkin masih ada mama yang memeluknya disaat Sambaran kilat dan petir tengah bertarung. Namun kali ini ia hanya bisa memeluk dirinya sendiri. Membiarkan tangisnya pecah beradu dengan suara gemuruh dan rintikan air yang jatuh berbondong-bondong. Lantas kapan Aksa bisa mengikhlaskan kepergian mama dan menjalani kehidupan tanpa rasa takut akan mimpi-mimpi tentang mama yang menghantuinya selama ini? Kapan rasa takut, cemas dan sesak ini akan hilang? Bagaimana Aksa akan menjalani kehidupan ini dengan damai?
All Rights Reserved
#10
petrikor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • December, Why Me? [END]
  • Penantian Hujan
  • ANDRA
  • 03.45
  • Rainangkasa #2 [END]
  • Aksareya
  • Cerita Daun dan Bumi
  • trace of memories
  • ANGKASARAYA
  • ALTAR RASA | END ✓ |

Trauma yang terus menerus menghantui Zara sejak menginjak awal bulan Desember menuntun dirinya pada kejadian pahit di masa lalu, tragedi yang menjadi alasan dirinya membenci hari ulang tahunnya, hujan, dan bulan terakhir itu. Desember memberinya banyak kejutan, mengenai perasaan yang tersembunyi, tawa, tangis, jatuh cinta, rasa sakit, penghianatan, orang-orang dari masa lalu. Jika siapapun berpikir Desember adalah bulan penghujung yang penuh kenangan membahagiakan selama setahun, bolehkah Zara meminta bertukar posisi dengan mereka. Mengapa harus dirinya? *** ⚠ Cerita ini disajikan dengan karakter tokoh yang berbeda-beda juga memiliki banyak konflik dan teka-teki yang akan membuat kalian terus bertanya di setiap partnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines