MONOKROM✓

MONOKROM✓

  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 12, 2023
WpInfo
Non-Fiction
12 tahun berlalu nyatanya tak lantas membuat Aksa dengan mudah mengikhlaskan kepergian Mama. Sesekali pemuda itu menangis di tengah malam berhujan. Dulu mungkin masih ada mama yang memeluknya disaat Sambaran kilat dan petir tengah bertarung. Namun kali ini ia hanya bisa memeluk dirinya sendiri. Membiarkan tangisnya pecah beradu dengan suara gemuruh dan rintikan air yang jatuh berbondong-bondong. Lantas kapan Aksa bisa mengikhlaskan kepergian mama dan menjalani kehidupan tanpa rasa takut akan mimpi-mimpi tentang mama yang menghantuinya selama ini? Kapan rasa takut, cemas dan sesak ini akan hilang? Bagaimana Aksa akan menjalani kehidupan ini dengan damai?
All Rights Reserved
#27
desember
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penantian Hujan
  • December, Why Me? [END]
  • ANDRA
  • Cerita Daun dan Bumi
  • Tangisan Hujan
  • Angkasa (Forget Me Not)
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • trace of memories
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • From 2025 (Revisi)

Disaat ribuan kenangan yang tertinggal beberapa waktu lalu, ternyata belum terkubur jauh-jauh karena mungkin ini adalah kisah cinta yang terlalu cepat. Atau sebuah permainan kematian yang harus diselesaikan sebelum tgl 13 atau sebelum bulan purnama berakhir. Disaat semuanya diselimuti rasa takut, terjebak bersama iblis di sebuah rumah tua. "Mengapa pelangi itu cepat pudar? Hilang antah berantah tak ada kabar. Kini hati rindu resah, sulit tuk mengungkap rasa. Apakah hujan akan segera membawa kembali. Hati yang memantau cinta yang menanti." "Angin telah bertiup lalu, daun-daun kering menghilang sekejap..datang sekawanan debu yang menghalau mata bara api, hingga hadirlah secercah cahaya yang membuat bunga kembali berseri." Lalu kamu bukanlah Caesar, Mark Anthony atau pun Ptolomeus yang bengis dan sadis. Namun ini adalah kisah cinta seorang jurnalis yang manis dan sinis. Pertemuan singkat antara jurnalis muda dan arkeolog muda. Kekuatan dari segalanya tak akan berguna tanpa cinta. Aku ingat itu kawan. -Hujan kali ini membawaku pada kenangan sekaligus membawa kenangan itu pergi menjauh dariku. Itulah sebabnya aku menanti hujan reda-

More details
WpActionLinkContent Guidelines