MEMORIES [ON GOING]

MEMORIES [ON GOING]

  • WpView
    LECTURAS 210
  • WpVote
    Votos 41
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, mar 16, 2022
Kisah romantis klasik era penjajahan. Tahun-tahun sulit dimana tak ada kebebasan. Bahkan untuk mencintai seseorang. Seorang bangsawan dan budak, tak pernah terlintas di kepala mereka akan seperti ini. Saling mencintai dan sadar semua ini hanyalah omong kosong. Bella yang seorang Noni jatuh cinta pada pria inlander (pribumi) yang menjadi pelayan di rumahnya. Pria inlander yang terlahir dari seorang pelacur, kehidupan keras membuatnya memiliki jiwa pemberontak. Masing-masing memiliki pasangan, namun mereka sadar perasaan ini tak dapat ditipu lagi. Kenyataan bahwa mereka saling mencintai. 1898, tahun dimana mereka hidup. Setiap hari berharap perang berakhir dan hidup bersama. Pemberontakan, pembunuhan, tangisan, kegilaan, kebahagiaan, jeritan, semua itu mereka saksikan. Begitu banyak rahasia dan dosa yang belum terungkap. ❁❁❁ "Aku menyukai mu, aku tahu ini omong kosong. Tapi aku tidak bisa hidup tanpa omong kosong itu. Beri aku alasan yang kuat maka aku akan berhenti. Jika tidak ada beri aku harapan supaya aku tetap berusaha. " -DIMAS
Todos los derechos reservados
#256
bella
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ellie's Redamancy
  • SO PRECIOUS (PART COMPLETE)
  • AREEN [the Queen of Azriel]
  • Arabella:Can I Through This?[Completed]
  • Began;Intro ✔️
  • Pelangi dan Senja [End]
  • MELANDERI ✅
  • Tentang Kita-DewNani (B×B) ✓
  • True Love [SELESAI]

-Redamancy- A love returned in full; Ini tentang isi hati seorang gadis Belanda yang ditinggal oleh laki-laki yang selalu mengisi penuh hatinya. Ia membenci pribumi, namun ia tergila-gila pada laki-laki yang memiliki setengah darah pribumi dalam dirinya; Hoesni. Elizabeth harus menelan pahit kenyataan cintanya tak pernah berbalas, memaksakan diri untuk melupakan laki-laki itu dan menikah dengan seorang pengusaha kaya raya berkebangsaan Belanda di Bandoeng. Namun ternyata ia tak hanya membenci inlander, ia juga membenci suaminya. Ia gagal memperbaiki retak yang ada di hatinya. Ia tak lagi percaya cinta, ia tak lagi percaya kebaikan Tuhan. Dengan segala kebencian yang ia miliki terhadap para inlander dan bangsanya sendiri, siapa sangka seorang laki-laki bumiputera yang bekerja sebagai tukang kebun di rumah suaminya hadir dan mulai mengisi segala retak yang ada? Kini Elizabeth turut membenci takdir yang diberikan Tuhan kepadanya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido