77 Sonian
  • WpView
    Reads 285
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 10, 2022
Patah hati lebih sering menjadi inspirasi daripada saat seseorang jatuh hati. Di sini tertulis kisah seorang perempuan agung, namanya Ibu Pertiwi. Ibu Pertiwi yang menangis membawa berkah melalui hujan. Di atas tubuh Ibu Pertiwi, anak-anaknya menjajah tapi ia tak pernah marah. Di dalam sini tertulis bait-bait dari nafas cendikia seorang ulama yang setiap tutur katanya bagaikan kilau mutiara. Sonian juga akan merangkum hubungan yang aneh antara cinta-benci yang tipis sekali bedanya.
All Rights Reserved
#19
krisis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hikayat : Tetes Embun Jatuh di atas Sajadah (Book)
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • Lembut Seperti Doa
  • Memories of 31 december
  • Aksara Tak Bertuan
  • Pertemuan kita ❤ { END }
  • PITALOKA | Sekala Ruang Renjana

Ini bukan sekadar cerita. Ini adalah ziarah sunyi seorang jiwa yang mencari jalan pulang-melalui luka, tanya, dan cahaya yang tak kasat mata. Ilham, tokoh utama, tidak sedang mencari dunia; ia sedang mencari dirinya sendiri yang tertinggal di balik doa-doa yang tak pernah selesai. Dalam surau sepi, pasar tua, dan mimpi-mimpi ganjil, ia bertemu para penjaga sunyi: perempuan buta penjual bunga, anak kecil pelukis langit, lelaki tua penjaga malam, hingga suara dari kitab yang tak pernah ditulis manusia. Semua membawa satu pesan: pulanglah, meski harus meniti luka dan menangis diam-diam di bawah langit yang tak selalu biru. Ditulis dengan bahasa yang puitik dan mistik, setiap bab adalah perjalanan batin, setiap dialog adalah jendela ke dalam jiwa. Jika kamu pernah merasa tersesat dalam hidup-mungkin hikayat ini sedang menunggu kamu membacanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines