Setelah Menikah

Setelah Menikah

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 9, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
‎Warning+++!! ‎ ‎ ‎Setelah menikah... Ada banyak hal yang harus dilewati. Segalanya memang tak lagi mudah. Namun, bukankah jika bersama-sama akan terasa indah. ‎ ‎Ayaz dan Dora, hanyalah salah satu dari jutaan pasangan yang ada di dunia. Kisah mereka mungkin terdengar klise. Namun, ada banyak perihal yang mereka hadapi setelah menikah. ‎ ‎Ayaz tersenyum lalu berbalik menghadap Dora yang tampak bersemu merah. "Makasih sayang udah masakin mas, tumis kangkung... Dora hebat!" Ucap Ayaz seraya mengecup kening Dora. ‎ ‎"Sun," celetuk Dora sembari memajukan bibirnya yang dibalas kekehen oleh Ayaz. Sedetik kemudian Ayaz melumat bibir Dora dengan manisnya. ‎ ‎Ayaz dan Dora menyudahi ciuman mereka. "Boots gak akan tergoda sama pelakor 'kan kalo Dora pintar masak?" Pertanyaan Dora membuat Ayaz mengerutkan keningnya bingung. ‎ ‎"Kata bu Gina, istri itu harus pintar masak biar suaminya nanti gak kesenggol sama pelakor," cerocos Dora dengan polosnya. ‎ ‎Ayaz yang mendengar pun hanya bisa tertawa kecil lalu menarik Dora ke pelukannya, ia pikir ada ilmu apa lagi yang Dora pahami dari para tetangganya. ‎ ‎Ayaz berbisik, "Dora sudah menjadi istri yang hebat dan mas Ayaz gak akan pernah berpaling dari Dora, karena yang ada di hati mas itu cuman Dora." ‎ ‎Namun, takdir siapa yang tahu? Kecuali Dia, Sang Maha membolak-balikan hati manusia. ‎ ‎Ayaz adalah pria dingin yang jika dihadapkan dengan Dora seketika mencair. ‎Dora adalah wanita labil, centil, dan kekanakan jika berhadapan dengan Ayaz. ‎ ‎Cover by pinterest
All Rights Reserved
#866
kembar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 90 Hari Selingkuh
  • GILANG ABRAHAM
  • Two Wedding
  • I HATE YOU KOMANDAN!!! {END} ✓
  • Mendadak Nikah Dengan Tetangga
  • Si Fueras Mia (Completed)
  • Renjana : Arutala Dirgantara [Completed]
  • JODOH salah ngomong
  • [✓] Second Time

"Aku lelah menjadi orang lain hanya agar dunia merasa aku cukup beruntung. Aku bahkan lupa, bagian mana dari diriku yang benar-benar milikku." - Karenina Sembilan puluh hari menuju pernikahannya, Karenina menyadari satu hal yang mengerikan: ia tidak sedang bersiap menjadi seorang istri, ia sedang dipoles untuk menjadi aset. Aidan-pria yang oleh dunia dianggap sebagai definisi kesempurnaan dan pewaris otoritas dinasti-telah membangun sebuah sangkar emas yang begitu megah hingga Karenina lupa bagaimana cara mengepakkan sayapnya sendiri. "Kamu itu hanya perlu tetap indah dan tenang. Biarkan aku yang merancang seluruh peta hidup kita." - Aidan Lalu muncul Bintang. Seorang petualang yang mencintai perjalanan melebihi tujuannya. Ia adalah antitesis dari segala kekakuan yang mengepung Karenina. Baginya, Bintang adalah personifikasi dari kebebasan yang hilang. Ia bahkan berani untuk sekadar mengecap rasa sepotong ayam goreng pinggir jalan tanpa rasa bersalah. Bersama Bintang, Karenina merasa menemukan celah pintu yang terbuka. Namun, kebebasan itu tidak pernah datang dengan cuma-cuma. Bintang memang meminjamkan sayap, tapi pria itu tidak datang sendirian. Ia membawa beban di punggungnya. "Aku tidak punya apa-apa, Nin. Selain jalanan panjang dan sebuah kebebasan. Tapi setidaknya, bersamaku, kamu tidak perlu mengenakan topeng siapa pun." - Bintang Perselingkuhan ini bukan tentang ranjang. Ini adalah sebuah pemberontakan hati yang sedang sekarat-perjalanan panjang untuk mengeja ulang makna cinta dan menemukan kedamaian yang jujur. Karena pada akhirnya, tak ada hati yang benar-benar bersalah, sebagaimana tak ada hati yang sepenuhnya suci. Setiap hati punya luka, tapi setiap hati juga punya penawarnya sendiri. Dan Karenina... ia menemukan arti itu dalam langkahnya; bermula dari dinginnya dinding kemewahan Jakarta, hingga ke heningnya lembah Bhutan, kemegahan Himalaya, dan sakralnya cahaya purnama di Taj Mahal.

More details
WpActionLinkContent Guidelines