Bujang Lapuk

Bujang Lapuk

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 16, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Lelaki itu menyeka wajah basahnya dengan telapak tangan lalu berlanjut melakukan hal yang sama pada rambutnya tanpa memperdulikan perempuan berumur sekitar limapuluhan yang terus saja mengucapkan kata hinaan padanya. Aku terlalu terpana melihat kejadian itu sehingga hanya mampu berdiri tanpa melakukan apapun. Setelah mengibaskan kertas di meja yang juga basah, lelaki itu mengalihkan perhatiannya pada perempuan setengah baya itu. "Sudah selesai hinaannya?" Lelaki itu berucap datar namun matanya menatap tajam. "Belum, itu baru awalnya, jauhi anak saya, dasar laki-laki gatal!" Teriak perempuan itu sambil bergerak secepat yang bisa dilakukan tubuh gempalnya untuk melayangkan pukulan pada pipi lelaki itu. Sebelah tangan milik seorang gadis dengan sigap menahan tangan perempuan setengah baya itu. "Ma, jangan! bukan dia!" Sontak perempuan itu berhenti. Matanya menyipit. "Maksud kamu?" "Bukan, Ma, dia gak di sini, dia gak jadi datang." Semua hening. Sang Mama berdehem lalu meminta maaf dan menggamit lengan putrinya, untuk ukuran perempuan gempal, aku merasa gerakan kakinya luar biasa cepat. Dalam sekejap mereka menghilang dari pandangan. "Andhi, ngapain bengong di situ? Bereskan barang-barang kamu, kita pergi!" perintah lelaki itu. Aku menurutinya, setelah membereskan barang kami pergi dari restoran Padang dengan dekorasi terbuka itu diiringi pandangan semua orang. *** Bisakah seorang laki-laki berumur 42 tahun menyingkirkan gengsinya dan menyatakan perasaannya pada gadis 22 tahun?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • OOSHANKA [TAMAT]
  • It's World. (ON GOING)
  • Bad Papa
  • That's My Girl
  • Repeat Again (Jjk >< Iny) ▶End◀
  • Pushy Boy (Cowok Pemaksa) END
  • cinta dingin sang ketos
  • JEBAKAN CEO NAKAL (21+)

"Oh jadi saya ke pilih magang di perusahaan kamu karena kamu ada maksud lain terhadap saya?" tanya Jia saat dirinya tak sengaja mendengar Sean tengah berbincang dengan Adrian. Adrian, sahabat Sean itu pun keluar perlahan dari dalam ruangan Sean. Sedangkan Jia berjalan mendekat ke arah Sean yang tengah mendudukkan bokong nya di atas meja. Dengan kaki panjang nya Sean berjalan menghampiri Jia tanpa di duga Sean menaruh kedua tangan nya pada pinggang nya membuat Jia berusaha melepaskan pelukan erat tersebut. "Kenapa kamu jadi berbicara dengan bahasa yang baku seperti itu Jia?" tanya Sean dengan mendekatkan bibir nya pada telinga Jia. Perempuan itu menegang saat hembusan nafas Sean mengenai leher serta telinga nya. "Jangan main-main sama saya, saya bisa laporkan kamu ke polisi!" "Silahkan, tapi saya mau melakukan hal lain terlebih dahulu terhadap kamu agar tidak rugi walaupun saya di bawa oleh kepolisian," - Start 08/05/2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines