We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Commitment

Commitment

  • WpView
    Reads 179,727
  • WpVote
    Votes 4,794
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 4, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Terpendalam dalam lara, menangis dalam kesunyian malam. Malam pun tak mendengarkan nyanyian sedihku. Aku menghentakkan kaki dan tubuh yang sangat lemah. Melampiaskan kemarahan pada dunia ini kepada tubuhku sendiri. Menjambak rambut , menghantamkan sekujur tubuh kedinding tembok putih itu. Menggigit jari ,mencubit- cubit kulit semua ku lakukan didalam kesadaran ku. Menangis , menangia itu saajalah yang terjadi didalam kamar dengan arsitektur yang klasik. Mimpiku telah sirna. Apa gunanya aku berdoa dalam keyakinan dengan Mu Tuhan? Dimanakah Kau sebenarnya? Sungguhkah kehidupanku yang kelam ini terlepas dalam perhatianMu? Pesetan dengan mimpi, aku membenci dunia ini. Mengapa banyak orang dengan usaha minimal mampu berpijak diatas bumi ini? Dunia yang tidak adil!! Bagamana dunia ini bisa ku ijinkan mentertawakan aku? Tidak akan!!! Semua telah hilang dengan sekejap. Hidupku akan segera berakhir!! Berakhir ditangan laki-laki gila yang akan menjadi suamiku!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Termendung
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • (NOT) REVENGE  (Tamat)
  • "LOVE AGAIN"
  • VIERRA'S SECOND LIFE
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • Alicia Stories : In Another World
  • SAY SARANGHAE
  • INCANTO (Tamat)
  • Asmara Jingga (Tamat)

Di bawah lapisan hangat seragam putih biru kusut, Senja Gitarja, sang pahlawan bagi dirinya sendiri kini hadir di dalam gelap dinaungi serigala bertubuh tinggi besar, berseibo hitam berlapis topeng. Benar, serigala-serigala itu bagai manusia yang ia jumpai semasa masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, di pagi hingga siang hari yang terhitung panjang. Dalam tundukan kepala yang penuh gelap dan rasa ketidakdilan. Pantaskah mereka yang buruk didekap kehangatan bagai tak punya rasa bersalah sama sekali? Pantaskah kesalahan seluas samudra menciut hingga tak terlihat bagai sebutir debu? Pantaskah kebaikan tertutup salju tebal lalu hilang entah kemana sebab buah hasut-menghasut para bedebah? Pantaskah kami, para manusia-manusia yang hanya punya pendirian diri tak disanjung sama sekali oleh dunia? Lalu pantaskah mereka yang tangannya kotor bak membunuh temannya sendiri di hutan belantara yang gelap dan sedikit udara, bermain dengan kehangatan yang kami impi-impikan? Berapa banyak manusia yang akan kau samakan nasibnya sama seperti kita-kita ini, bedebah? 2 bulan menuju kelulusan ialah bulan-bulan kami para 'yang disingkirkan' untuk menikmati api panas yang dicipta oleh mereka. Tolong, bertahan sebentar untuk ini, 6 kawanku. Kelak di hari kelulusan tiba kita berlomba-lomba jadi juara berpredikat orang paling bahagia di dunia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines