Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Commitment

Commitment

  • WpView
    Reads 179,711
  • WpVote
    Votes 4,794
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 4, 2018
Terpendalam dalam lara, menangis dalam kesunyian malam. Malam pun tak mendengarkan nyanyian sedihku. Aku menghentakkan kaki dan tubuh yang sangat lemah. Melampiaskan kemarahan pada dunia ini kepada tubuhku sendiri. Menjambak rambut , menghantamkan sekujur tubuh kedinding tembok putih itu. Menggigit jari ,mencubit- cubit kulit semua ku lakukan didalam kesadaran ku. Menangis , menangia itu saajalah yang terjadi didalam kamar dengan arsitektur yang klasik. Mimpiku telah sirna. Apa gunanya aku berdoa dalam keyakinan dengan Mu Tuhan? Dimanakah Kau sebenarnya? Sungguhkah kehidupanku yang kelam ini terlepas dalam perhatianMu? Pesetan dengan mimpi, aku membenci dunia ini. Mengapa banyak orang dengan usaha minimal mampu berpijak diatas bumi ini? Dunia yang tidak adil!! Bagamana dunia ini bisa ku ijinkan mentertawakan aku? Tidak akan!!! Semua telah hilang dengan sekejap. Hidupku akan segera berakhir!! Berakhir ditangan laki-laki gila yang akan menjadi suamiku!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Nama Zella
  • (NOT) REVENGE  (Tamat)
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Senja Termendung
  • Aranista
  • VIERRA'S SECOND LIFE
  • GENRENYA SALAH! (Tamat)
  • Lelaki Berdada (Ketika Cinta Tak Direstui Tuhan)
  • Kisah {Complete}

Semua orang lihat gue sebagai sosok ceria, random, manja... tapi mereka nggak tahu betapa hancurnya gue di balik itu semua. Gue selalu menahan luka sendirian. Bukan karena nggak percaya sama orang lain, tapi karena gue nggak butuh dikasihani. Gue bisa berdiri sendiri. Rumah? Apa itu rumah? Gue bahkan nggak tahu di mana tempat gue seharusnya pulang. "Dunia emang nggak adil, ya? Gue harus ngerti semua orang, tapi nggak ada yang sadar kalau gue juga pengen dimengerti. Gue capek." Gue selalu takut ketawa terlalu puas... karena gue tahu, setelahnya pasti ada aja masalah yang bikin gue nangis lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines