Konstelasi Kasih (On Hold)

Konstelasi Kasih (On Hold)

  • WpView
    Reads 1,152
  • WpVote
    Votes 120
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 6, 2022
( 𝘼 𝙨𝙩𝙤𝙧𝙮 𝙖𝙗𝙤𝙪𝙩 𝙗𝙧𝙤𝙩𝙝𝙚𝙧𝙨𝙝𝙞𝙥 ) Tentang Laksana dan Lasmana, dua insan bersaudara yang dipisahkan sejak balita. Namun, semesta punya cara untuk melibatkan mereka dalam satu benang takdir yang sama. Saat mereka mengetahui kebenaran dan eksistensi masing-masing. Bayangan akan hidup bahagia bersama telah sirna. Ada banyak pihak yang tak ingin mereka bersatu. Pertama kalinya, Laksana sangat kecewa dengan keluarganya sendiri. Laksana tersenyum getir, ia memandang sendu orang-orang yang mengelilinginya. Ia genggam lebih erat tangan sang adik yang dirinya lindungi di balik punggung tegapnya. "Kenapa ... kenapa kalian ingin memisahkan aku dengan saudaraku sendiri?" "A-apa salah kami...." "Dia tidak seharusnya hadir di dunia ini!" Mendengar ucapan salah seorang pria di sana membuat Laksana menoleh dengan tatapan tajam. "LALU APA BEDANYA DENGANKU? Kami berdua lahir dari rahim yang sama! He's my brother!" "Sekarang aku tak memiliki siapapun lagi kecuali saudaraku sendiri!" "Lepaskan Aksa dari dia!" titah seorang pria kepada seluruh pengawalnya di sana. Di belakang punggung sang kakak, Lasmana tersenyum miris. Inikah akhir dari perjuangannya dalam mencari keluarga kandungnya sendiri? Namun, mengapa ketika kebahagiaan telah di depan mata, dirinya tetap tidak diizinkan untuk mendekapnya? Kala Lasmana hendak bersuara, seseorang membekapnya dari belakang. Bertepatan dengan genggamannya dengan sang kembaran yang terlepas akibat Laksana jatuh pingsan ke pelukan seseorang. Lasmana ditarik menjauh. Tubuhnya menegang saat mendapat bisikan. "Gue udah pernah bilang. Jauhi Laksana maka hidup lo akan baik-baik saja." "Sekarang, lihatlah akibat dari kenekatan lo itu. Lo telah menghancurkan hidup lo sendiri dan juga saudara lo, Asa." Ditulis dalam bahasa Indonesia dan sedikit inggris, maaf bila berantakan ⚠ TW/ harsh words, selfharm, violence • all picts credit to the owner • tolong beri banyak dukungan d
All Rights Reserved
#528
nctlokal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dendelion🍀
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Kue Lapis [✓]
  • My Twins (End)
  • YATRAGATA (ON GOING)
  • Wait us | Jaemin & Haechan
  • Bukan Cerita Kita

🍀FOLLOW LEBIH DULU! 🌿Abadi Dalam Kenangan🌿 Aksara Adyatama dan Askara Arkatama. Anak kembar yang kemana-mana selalu berdua, harus berdua kecuali kalau lagi pergi sama kesayangan. Kembar-kembar gitu mereka punya watak yang beda banget. Kalau kata orang mereka itu kembar tidak identik. Aksa lebih dewasa, pendiam, kalem, sabarnya jangan di tanya lagi. Sedang Aska dia lebih hiperbola, suka tebar pesona sebelum bertemu pawangnya, suka banget ngambil mangga tentangga tanpa bilang-bilang habis itu pasti bakal kena jewer Aksa. Persamaan keduanya, kalau lagi senyum. manisnya ngalah-ngalahin gula satu toples. Mereka punya sahabat cewek yang kebetulan tinggal satu perumahan sama mereka. Namanya Eleena Naraya, bagus banget kan namanya. Bisa di bilang Eleena itu orangnya ambivret, enggak pecicilan tapi nggak kalem juga. Sifatnya itu bagai perpaduan antara Aksa dan Aska. Eleena bisa kalem, dan fiminim saat bareng Aksa. Bisa pecicilan dan banyak tingkah waktu bareng Aska. Percaya lah kalau pergaulan itu mempengaruhi kita. Jika akan terjadi cinta segitiga antara si kembar dan Eleena, jawabnya salah. Yang ada cinta bertepuk sebelah tangan. Mereka berusaha saling membahagiakan, saling berbagi tawa tapi bisa juga saling menyakiti dan menghadirkan derai air mata. Hari dimana salah satu dari mereka pergi, maka semua takan lagi sama. Semua bahagia itu semu, dimana mereka harus merangkak bangkit dari rasa sakit yang akan selalu menyelimuti mereka. "Kalau gue pergi, lo jangan nyolong mangga bu Tuti lagi!. Awas aja kalau lo nggak dengarin omongan gue." peringat Aksa dengan tatapan setajam belati. Aska tertawa renyah bersama Eleena, "Memang kenapa?," "Ya gue nggak bisa jewer lo lagi lah!." Sungutnya, meski dalam keadaan yang lemah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines