Apakah kita salah?

Apakah kita salah?

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 6, 2022
Lirik lagu sangat menggambarkan kita. Tuhan memang satu, kita yang tak sama. "gimana kalau kamu di baptis? " Aku tersenyum. "aku memang mencintai mu, tapi aku lebih cinta tuhan ku" Jelas sudah perbedaan di antara kita. Lalu aku harus apa saat perbedaan itu jelas melingkupi kita. Tembok itu terlalu tinggi untuk kita lewati dan terlalu kukuh jika harus rubuh, dan kita terlalu mustahil untuk bersatu. Kita adalah dua ikhlas yang berbeda. Aku dengan keimanan ku dan kamu dengan kepercayaan mu. Kita memang bisa bergandengan tangan, kita bisa berjalan ber-iringan namun tetap pada jalan yang berbeda, karena pada akhirnya arah surga mu dan surga ku tak akan pernah sama. Mari kita menyerah saja pada hal yang nanti nya tetap akan berujung sia-sia.
All Rights Reserved
#17
vee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • di akhir perang
  • IzinkanKu Untuk MelupakanMu [COMPLETED]
  • Antara Tasbih dan Rosario
  • AGAMA KITA BERBEDA
  • Seamin Tak Seiman
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Aku atau Tuhanmu
  • ANGGARA
  • A high wall for us
  • Langit Semesta

" untuk mu agama mu, Dan untuk ku agama ku ( al kafirun ayat 6 ) kamu boleh mencintainya, Tapi jangan ambil dia dari tuhan nya ( korintus 6:14-15) ~ pada masanya, seseorang akan pergi dengan sendirinya. Dan pada waktunya, seseorang akan datang dengan rencana nya. kita berada di antara doa dan harapan. bertemu dalam persimpangan takdir, kita hanyalah hasil dari kesengajaan yang di ciptakan semesta. kau dan aku, dua insan yang tengah menjalin cinta namun terjebak dalam jurang pemisah paling bahaya. antara adzan yang berkumandang dan lonceng yang berdentang. antara kiblat yang tentukan arahku pulang dan salib yang membuat mu tenang. antara manisnya syahadat dan dahsyatnya syafaat. antara hitungan tasbih dan kalungan rosairo. ini bukan lagi perihal cinta tapi keyakinan tidak ada yang bisa berjalan mulus setelah ini. kita hanya akan menjadi penghianat entah aku yang meninggalkan Allah ku atau kamu yang meninggalkan Tuhan mu. kita hanyalah luka yang tertunda semakin lama mungkin akan semakin sulit untuk di redam, tolong ingat kali ini bukan takdir yang jahat tapi kita yang terlalu menentang akal sehat. biarlah kita menjadi sebuah kenangan yang akan ku simpan dengan benar. dari kamu aku belajar bahwa mengiklaskan adalah cara terbaik dari mencintai, tak apa setidaknya aku pernah membuat mu tertawa,pernah bebagi kisah juga pernah menjalani hari yang sulit untuk di lupakan. terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa kita miliki tapi setidaknya bisa menjadi kenangan yang akan abadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines