Tarangga Untuk K;kanaya (Revisi)

Tarangga Untuk K;kanaya (Revisi)

  • WpView
    Reads 141,381
  • WpVote
    Votes 3,777
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 23, 2026
⚠️TERINSPIRASI DARI KISAH NYATA⚠️ ⚠️BUKAN UNTUK BAHAN SELF DIAGNOSA⚠️ ⚠️MEMBAHAS MENTAL ILNESS OCD DAN MISOPHONIA BERSERTA CARA MENGATASI⚠️ ⚠️JIKA TIDAK KUAT MEMBACA KARENA EFEK PUSING DAN LAIN-LAIN JANGAN DILANJUTKAN⚠️ Rangga berhasil menyelamatkan hidup Kikanaya. Pertemuan mereka memang beralasan, tapi tidak pernah Rangga berharap dengan alasan seperti ini. Kinaya mengidap gangguan mental OCD dan Misophonia yang membuat ia kesulitan menjalani hidup dengan normal. Obsessive compulsive disorder atau OCD adalah gangguan mental yang mendorong penderitanya untuk melakukan tindakan tertentu secara berulang-ulang. Tindakan tersebut dilakukan untuk mengurangi kecemasan dalam pikirannya. Misophonia adalah kondisi di mana seseorang bereaksi terhadap suatu suara spesifik dan menimbulkan respon otomatis. Suara-suara itu biasanya berasal dari kebiasaan orang lain seperti suara mengunyah, mendecakkan lidah, bersiul, atau suara berulang-ulang lainnya. Namun, yang mengalami kondisi misophonia biasanya tidak terganggu dengan suara-suara tersebut jika suara itu mereka ciptakan sendiri. Rangga seperti kiriman semesta untuk Kikanaya. Rangga sebagai psikiater tentu bisa membantu Kinaya mengatasi masalahnya. Kikanaya awalnya ragu untuk menemuinya, tapi ia mencoba mengembalikan semangat hidup. Di samping itu, semesta juga mengirimkan Alyona yang sama-sama pejuang mental health seperti Kikanaya Di luar dugaan, orang tua Kinaya malah menjodohkan Kikanaya dengan Rangga. Kanaya menolak perjodohan itu awalnya. Namun, Rangga benar-benar masuk ke kehidupan Kikanaya, berusaha mendapatkan hatinya dan mampu menjungkir balik hidupnya menjadi lebih baik, lebih indah. Walau yang dilalui tidak mudah. Justru gadis yang pernah ada di masa lalu Rangga muncul ketika Kikanaya mulai jatuh cinta.
All Rights Reserved
#5
terbaik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Whispers Between Tears
  • My Ice Prince
  • Esya {TERBIT}
  • Let Me Love You Longer
  • 15th Voltage [Tegangan 15] ✔(COMPLETED)
  • Friendzone?
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines