Satu Untuk Semua [S.U.S]

Satu Untuk Semua [S.U.S]

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 18, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Ini mengisahkan keempat sahabat yang tiba-tiba mau dinikahin sama orang yang gak mereka kenal atau dalam istilahnya orang asing. Lalu apa yang akan mereka lakukan karena orang tua mereka membiarkan saja orang-orang itu membawa mereka. " Gue baru tau kalo dibelakang rumah yang gede nya kaya dosa gue ada lumpur, mana lumpur nya dalem lagi." " Gak!, gak! kenapa harus gue yang jadi istri pertama bukannya kalo istri pertama itu yang lebih tua ya!." " Gak bisa anjir, lumpur nya dalem lagian lu ngapain ngajak gue lompat, kenapa gak cari jalan lain aja." " Huweeeee, makkk gak mau kawin nanti ayang embeb Arya Saloka gimana." " Hahhh." Segitu aja :), Ini asli karangan aku sendiri dan otak kecil ku ini yang hasilin. Kalo ada kesamaan mungkin itu cuma kebetulan doang. Jangan plagiat ya :),
All Rights Reserved
#889
poligami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suddenly Marriage
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Don't call it love!
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • More Than Senior
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • The Mantan
  • The Man
  • Crazy Marriage

"Mi, kemarin Pak Kades dan istrinya datang ke rumah. Dia ingin meminang kamu untuk menjadi istri anaknya," ucap Mama yang membuatku seketika langsung menghentikan kunyahan. "Mama kalau bercanda jangan pas lagi makan dong, nggak lucu kalau tiba-tiba aku tersedak terus meninggal," ucapku sambil tertawa. "Mama serius." Aku langsung melihat wajah mamaku, dari matanya aku bisa melihat keseriusan. Mendadak aku jadi merinding. "Jangan bercanda mulu dong, Ma, mana mungkin Pak Kades tiba-tiba melamar aku buat anaknya. Lagian aku nggak kenal sama anaknya Pak Kades," ucapku masih menyangkal kalau yang mamaku katakan bukanlah candaan. "Mama nggak lagi bercanda, Mi, Mama serius." Tenggorokanku serasa tercekat ketika mendengar perkataan Mama, "Ma, jadi ini serius?" Mama mengangguk dan itu membuat tubuhku seketika melemas. "Apa ini alasan Mama minta aku cepat-cepat pulang?" tanyaku yang dibalas anggukan oleh Mama. "Terus Mama jawab apa? Mama nolak 'kan?" tanyaku mulai was-was. "Ayah kamu sudah menerima, katanya nggak enak menolak tawaran Pak Kades. Kapan lagi 'kan kita bisa besanan sama orang terpandang?" Rahangku hampir saja lepas dari tempatnya saat mendengar jawaban Mama. "Nanti malam Pak Kades datang lagi ke sini sekalian bawa anaknya, mereka mau melamar kamu secara resmi." Aku semakin gila setelah mendengar sambungan perkataan Mama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines